Rabu , 27 September 2017, 18:53 WIB

Sudah 'Dirangsang', Bayi Lahir di Singapura Tetap Sedikit

Red: Teguh Firmansyah
pixabay
Ilustrasi Bayi baru lahir
Ilustrasi Bayi baru lahir

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Bayi lahir di Singapura sedikit pada tahun lalu, meski pemerintah memberi perangsang untuk meningkatkan kesuburan di negara kota tersebut. Demikian data statistik yang diumumkan pada Rabu (27/9).

"Sejumlah 33.167 warga Singapura lahir pada 2016, berbanding 33.725 pada tahun sebelumnya," kata Departemen Statistik Singapura.

Namun, kelahiran pada 2016 tetap di atas rata-rata 10 tahun. Menurut Bank Dunia, negara kaya Singapura memiliki tingkat kesuburan terendah keempat di dunia pada 2015.

Pemerintah meningkatkan perangsangnya pada 2015, memberikan 10 ribu dolar Singapura (lebih dari 74 juta rupiah) secara tunai kepada orang tua baru. Kebijakan perumahan rakyat mengutamakan pasangan suami-istri.

Statistik menunjukkan jumlah penduduk Singapura meningkat 0,1 persen setahun pada 5,61 juta, Juni tahun ini.  "Jumlah pekerja di Singapura turun tajam, yang dilanda kelemahan bidang pembangunan dan kelautan," kata departemen statistik.

Sumber : Antara