Jumat , 06 October 2017, 16:08 WIB

Krisis Qatar, AS Kurangi Latihan Militer dengan Negara Arab

Red: Teguh Firmansyah
Jet tempur Angkatan Udara Amerika Serikat (ilustrasi)
Jet tempur Angkatan Udara Amerika Serikat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID ,WASHINGTON DC -- Militer AS menghentikan beberapa latihan dengan sekutu-sekutu Teluk Arab karena krisis diplomatik yang sedang berlangsung dengan Qatar. Menurut pihak berwenang ASvkepada The Associated Press, AS mencoba menggunakan pengaruhnya untuk mengakhiri perselisihan di negara Teluk.

Seperti dilansir dari Aljazirah, Jumat (6/10), krisis Teluk dimulai saat Bahrain, Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab melakukan boikot ekonomi terhadap Qatar. Mereka kemudian menutup perbatasan darat, rute udara dan lautnya.

Negara-negara tersebut menuduh Qatar mendukung ekstremis dan memiliki hubungan dengan Iran. Awalnya, pejabat militer AS mengatakan boikot dan perselisihan tersebut tidak berdampak pada operasi mereka.

Ini mengingat Qatar adalah rumah bagi Pangkalan Udara al-Udeid, markas besar Komando Pusat yang mengawasi kampanye pengeboman koalisi pimpinan AS melawan ISIS.

Kolonel Angkatan Udara John Thomas, juru bicara Komando Pusat, mengakui AS akan mengurangi latihan tersebut. "Kami memilih keluar dari beberapa latihan militer untuk menghormati konsep inklusivitas dan kepentingan regional bersama," ujar Thomas mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, AS akan terus mendorong semua mitra untuk bekerja sama menuju solusi umum yang memungkinkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.

Pejabat di Qatar belum memberi komentar terkait hal ini. Sementara itu negara-negara yang memboikot tidak mengakui adanya gangguan dalam latihan militer dengan AS.

Krisis diplomatik Teluk telah menyebabkan keretakan di Dewan Kerja Sama Teluk, sebuah blok Arab regional yang dibuat sebagai penyeimbang Iran.

Berita Terkait