Jumat , 06 October 2017, 16:48 WIB

Organisasi Anti Nuklir Norwegia Raih Nobel Perdamaian

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah
Reaktor nuklir
Reaktor nuklir

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO -- International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) meraih penghargaan nobel perdamaian tahun ini. Penghargaan diberikan setelah menilai kesuksesan ICAN menonjolkan konsekuensi kemanusiaan bencana dari penggunaan senjata nuklir.

"Ditambah upaya terobosannya untuk mencapai perjanjian larangan penggunaan senjata tersebut," ujar Ketua Komite Nobel Norwegia, Berit Reiss-Andersen seperti dikutip Guardian, Jumat (6/10).

Pada Juli kemarin, 122 negara mengadopsi Perjanjian PBB tentang larangan senjata nuklir. Sayangnya, negara-negara yang memiliki senjata nuklir seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Prancis tidak terlibat dalam perjanjian tersebut.

Penerima nobel perdamaian tahun ini lantas memperkuat pelucutan senjata di tengah ketegangan nuklir Amerika dan Korea Utara. Juga ketidakpastian mengenai nasib kesepakatan 2015 antara Iran dan negara-negara besar untuk membatasi program nuklir.

Sementara, ICAN merupakan koalisi akar rumput non-pemerintah yang tergabung dari 100 negara. Organisasi tersebut lahir di Australia dan diresmikan di Wina pada 2007 lalu.

"Kita hidup di dunia dimana resiko senjata nuklir lebih besar dari pada era sebelumnya," kata Berit Reiss-Andersen mengutip Reuters.