Kamis , 12 Oktober 2017, 02:52 WIB

Hizbullah Tolak Tawaran Hadiah AS Tangkap Anggota Seniornya

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Agus Yulianto
Reuters
Pejuang Hizbullah yang beroperasi di Suriah selatan.
Pejuang Hizbullah yang beroperasi di Suriah selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Kelompok militan Hizbullah Lebanon menolak hadiah jutaan dolar AS yang ditawarkan oleh Amerika Serikat (AS) untuk penangkapan dua anggota seniornya. Washington telah menawarkan hingga 7 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penahanan Talal Hamiyah, kepala operasi asing Hizbullah, dan sampai 5 juta dolar AS untuk Fuad Shukr, seorang petinggi Hizbullah.

Langkah tersebut terjadi saat pemerintah presiden AS Donald Trump bersiap untuk mengungkap sebuah strategi untuk meningkatkan tekanan pada pendukung utama Hizbullah. Kepala Pusat Penanggulangan Terorisme AS Nicholas Rasmussen menyalahkan kelompok tersebut atas serangkaian serangan di seluruh dunia.

"Tuduhan ini dari pemerintah AS melawan Hizbullah dan mujahidinnya ditolak dan tidak berlaku lagi. Mereka tidak akan mempengaruhi perlawanan sama sekali," kata seorang pejabat senior Hizbullah kepada Reuters.

Pejabat tersebut yang menolak disebutkan namanya, mengatakan bahwa ancaman AS sebagai reaksi terhadap Hizbullah yang memperoleh kemajuan di wilayah tersebut. Hizbullah Syiah telah memainkan peran utama dalam mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang Suriah. Kelompok ini telah mengirim ribuan pejuangnya ke Suriah, membantu pemerintah Damaskus.