Rabu , 27 September 2017, 04:07 WIB

Aktivitas Keislaman di Barbados Tumbuh Pesat

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
caribbeanmuslims.com
Muslim Barbados usai melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah di sebuah masjid.
Muslim Barbados usai melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah di sebuah masjid.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Barbados merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di perbatasan Laut Karibia dan Samudra Atlantik. Negara ini dikenal dengan industri pariwisata. Keindahan alam di sana memikat banyak orang di dunia sehingga mereka ingin mengunjungi negeri tersebut.

Barbados sering disebut "Inggris kecil di Kepuluan Karibia" karena pengaruh kerajaan Inggris dahulu sangat kuat. Ne gara ini memiliki penduduk sebanyak 287.733 jiwa berdasarkan data 2012. Hampir separuhnya tinggal di Bridgetown, ibu kota negara ini.

Sebagian besar penduduknya menganut agama Kristen Protestan. Hanya 4.000 orang yang menganut Islam di negara ini. Penduduk Muslim di Barbados merupakan imigran atau keturunan imigran dari Gujarat, India. Imigran lainnya berasal dari Guyana, Trinidad, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Kedatangan para imigran membuat aktivitas keislaman di Barbados tumbuh pesat. Tempat kegiatan keislaman, seperti masjid dan sekolah Islam, dibangun dan berkembang.

Penduduk asli Barbados yang memeluk Islam diketahui hanya 200 orang. Mereka tergabung dalam sebuah komunitas Muslim. Jumlah mereka hanya 1,5 persen dari total populasi di negara ini. Hampir 90 persen masyarakat Barbados adalah keturunan Afrika.

Pemeluk Islam di sana kerap disebut Muslim Bajan. Julukan lainnya adalah Muslim Arab Bajan. Kelompok mereka yang paling dikenal berasal dari keturunan Suriah dan Lebanon.

"Kenyataannya adalah bahwa banyak leluhur penduduk di Karibia yang datang sebagai budak mungkin adalah Mus lim. Keyakinan mereka adalah Islam dan kewarganegaraan mereka Barbadian," ujar Sekretaris Barbados Muslim Association (BMA) Suleiman Bulbulian.

Berita Terkait