Rabu , 11 October 2017, 11:32 WIB

Korban Tewas Kebakaran Hutan Kalifornia Jadi 15 Orang

Red: Indira Rezkisari
EPA
Kebakaran mengakibatkan rumah dan kendaraan habis dilalap di kawasan Santa Rossa, California (10/10).
Kebakaran mengakibatkan rumah dan kendaraan habis dilalap di kawasan Santa Rossa, California (10/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Jumlah korban jiwa bertambah jadi 15 akibat kebakaran hutan di Kalifornia bagian utara. Kebakaran terjadi Selasa (10/10) di beberapa wilayah di dekat San Francisco, Kalifornia Utara, bagian barat AS.

Kantor Sheriff Sonama County menyatakan seluruh sembilan orang dilaporkan tewas. Dua korban tewas dikonfirmasi berasal dari wilayah itu, sekitar 90 kilometer di sebelah utara San Francisco.

Jumlah korban jiwa juga meliputi dua di Napa County, tiga di Mendocino County dan satu di Yuba County. Lebih dari 200 orang telah dilaporkan hilang di Sonoma County, tapi 45 orang telah ditemukan, kata beberapa pejabat.

Stasiun TV lokal, KRON4, memperlihatkan ribuan bangunan, termasuk instalasi usaha, rumah sakit dan rumah, terbakar habis oleh si jago merah. Lebih dari 3.000 orang masih mengungsi di tempat penampungan saat 17 titik api telah melahap 465 kilometer persegi lahan di seluruh Kalifornia, demikian laporan Xinhua.

Kebakaran hutan di seluruh negara bagian tersebut telah memusnahkan sedikitnya 2.000 bangunan, kata para pejabat dari Kantor Layanan Darurat California dalam satu taklimat. Puluhan ribu rumah tangga tak memperoleh pasokan listrik di Sonoma County, salah satu wilayah yang paling terpengaruh dalam kebakaran hutan yang paling menghancurkan dalam sejarah modern California.

Pacific Gas and Electric Company berusaha memulihkan pasokan listrik buat 50.260 pelanggan yang terpengaruh oleh kebakaran hutan di Sonoma County. Sebanyak 28 ribu pelanggan tak memperoleh akses ke layanan gas di Santa Rosa, Windsor, Yountcille, Napa dan Kenwood, kata Shirlee Zane, Ketua Dewan Penyelia Sonoma County.

Kebakaran mematikan di North Bay, California, telah mengakibatkan kerusakan serius bagi negara bagian itu. Ribuan orang dipaksa mengungsi, dan banyak rumah serta instalasi komersial, termasuk rumah sakit dan bahkan taman, sepenuhnya musnah.



Sumber : Antara

Berita Terkait