Selasa , 03 October 2017, 19:13 WIB

Melalui Penyediaan SPLU, PLN Sambut Baik Mobil Listrik

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Winda Destiana Putri
Google
Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).
Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyambut positif rencana pengembangan mobil listrik nasional. Salah satunya dengan memberikan dukungan infrastruktur Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).

"Sebetulnya jauh sebelum ada berita yang sekarang lagi hangat tentang mobil listrik, kami sudah melangkah duluan," ujar Manajer Niaga PLN Disjaya Leo Sinaga. Ia mengaku bahwa PLN sudah memasang SPLU sejak pertengahan 2016.

Untuk penyebaran di wilayah Disjaya sendiri sudah ada 578 SPLU sampai saat ini. "Itu tersebar di tempat - tempat yang kita lihat sangat memerlukan," kata Leo.

Sejauh ini, PLN juga sudah menawarkan ke kantor-kantor baik pemerintah maupun swasta untuk segera melengkapi tempat parkirnya dengan SPLU. Leo berharap kendaraan listrik sudah hadir. Karena kekhawatiran akan pengisian SPLU sudah terjawab.

"Ini yang menarik, salah satunya untuk gedung DPR/MPR sudah minta satu. Kita sudah minta lokasinya dimana. Kementrian ESDM juga sudah meminta," ucap Leo.

Ia juga melihat bahwa antusiasme dari masyatakat sudah cukup bagus. "Kita sepakat bahwa kendaraan listrik harus mendapatkan tempat yang istimewa," jelas Leo.

Leo menuturkan bahwa pembangunan SPLU dan SPBU tidak bisa disandingkan. "Kalau SPBU memang kalau orang datang kesana tujuannya untuk mengisi. Itu karakteristik kendaraan yang berbahan bakar. Kalau kendaraan listrik karakteristiknya berbeda," katanya.

Menurut Leo, kendaraan listrik akan mengisi tidak hanya pada saat kosong, tetapi juga pada waktu dia berhenti. Sehingga, tempat - tempat yang perlu dibangun SPLU ialah di rumah dan tempat parkir. Tidak perlu serta merta ada tempat khusus seperti SPBU yang harus ada izin lahan.

"Dimana disitu ada tempat parkir untuk kendaraan, disitulah kami hadir," kata Leo.

Presiden Jokowi sendiri sudah memberikan instruksi dan komitmennya untuk pengembangan mobil listrik. Hal tersebut bertujuan untuk membangun transportasi yang ramah lingkungan. Selain itu juga ada diversifikasi energi, mengingat energi fosil semakin menipis.