Jumat , 13 October 2017, 08:52 WIB

Wawacara Khusus Imam di Militer Inggris, Asim Hafiz

Red: Elba Damhuri
Republika/Darmawan
Penasehat Khusus Panglima Inggris, Imam Asim Hafiz, MA.
Penasehat Khusus Panglima Inggris, Imam Asim Hafiz, MA.

REPUBLIKA.CO.ID, Kementerian Pertahanan Inggris memiliki seorang penasihat khusus bidang agama Islam. Dialah Asim Hafiz yang memiliki jabatan resmi Islamic Religious Advisor to Chief of the Defence Staff and Service Chiefs serta Muslim pertama dan satu-satunya yang menduduki jabatan tersebut.

Imam Asim Hafiz lulus pada 1999 dari sebuah sekolah Islam di England, Inggris. Ia dikenal sebagai imam sekaligus cendekiawan Muslim. Hafiz meraih gelar Master of Art dalam bidang Contemporary Islamic Studies di University of London.

Pada 2003 Hafiz ditunjuk untuk menjadi penceramah di Penjara Wandsworth. Di sana, ia memberikan bimbingan dan nasihat keagamaan kepada para tahanan Muslim. Ia juga memberi masukan kepada manajemen penjara terkait dengan kebutuhan khusus tahanan Muslim serta mendorong agar agama menjadi bagian integral dari program rehabilitasi tahanan.

Dua tahun kemudian, yakni pada Oktober 2005, Hafiz ditunjuk untuk menjadi imam yang pertama dan satu-satunya di Angkatan Bersenjata Inggris.

Antara 2010 dan 2012, ia ditugaskan di Afghanistan untuk mendukung tugas membangun perdamaian, stabilisasi, dan resolusi konflik. Atas peran aktifnya di militer Inggris, Hafiz dianugerahi penghargaan Officer of the Order of the British Empire (OBE) dari Kerajaan Inggris pada 2014.

Pekan ini, Hafiz berkesempatan berbincang dengan Kamran Dikarma, Darmawan, dan Yeyen Rostiyani dari Republika. Berikut petikan perbincangan kami.

Apa sebenarnya tugas Anda?
Saya bergabung dengan Angkatan Bersenjata Inggris 12 tahun lalu. Saat itu, saya mendapat tawaran menjadi imam dan ditugaskan untuk memberikan bimbingan keagamaan kepada tentara Muslim yang bernaung di Angkatan Bersenjata Inggris. Ini merupakan tawaran yang pertama kali untuk saya.

Saya pun memutuskan untuk mengambil tawaran tersebut. Tujuannya, tak lain untuk memastikan bahwa kebutuhan rohani dan spiritual tentara-tentara Muslim di militer Inggris terpenuhi.

Di sisi lain, saya juga ingin komunitas Muslim di Inggris juga memahami lebih baik tentang militer Inggris. Karena, di antara mereka mungkin ada yang mempertanyakan bagaimana juga mereka sebagai Muslim, juga bisa menjadi anggota militer Inggris.

Saya juga memberi masukan terkait isu-isu Islam kepada Angkatan Bersenjata Inggris. Sedangkan, secara eksternal, ia bertugas meningkatkan kesadaran para personel militer Inggris akan Islam dan Muslim, khususnya melalui pelatihan sebelum mereka ditempatkan di wilayah Muslim.

Saya ingin militer Inggris memahami dengan baik tentang Islam. Mereka harus memahami Islam dalam dua hal, baik sebagai cara hidup maupun saat Islam sebagai alat politik.

Jadi, pada prinsipnya saya membangun jembatan. Membangun jembatan antara Angkatan Bersenjata Inggris, pemerintah, dan komunitas Muslim.

Anda pernah ditempatkan di Afghanistan? Apa tugas Anda di sana?
Pada 2010 saya melakukan sejumlah kunjungan singkat ke Afghanistan dan ditugaskan untuk memberikan nasihat religus kepada komandan Inggris dan Amerika Serikat. Pada 2011 saya memimpin tim lintas Pemerintah Inggris untuk Keterlibatan dan Penjangkauan Agama dalam mendukung stabilitas serta rekonsiliasi di Afghanistan Selatan.

Pada 2012 saya ditugaskan untuk tur operasional selama enam bulan penuh di Afghanistan sebagai bagian dari upaya Inggris atau Tentara Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) guna meningkatkan peran pemahaman keagamaan untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan penghentian konflik.

Berita Terkait