Selasa , 17 October 2017, 18:13 WIB

Laporan WFP tentang Kelaparan Rohingya Telah Diubah?

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah
Antara/Akbar Nugroho Gumay
Seorang wanita pengungsi Rohingya menggendong anaknya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).
Seorang wanita pengungsi Rohingya menggendong anaknya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

REPUBLIKA.CO.ID, RAKHINE -- Badan bantuan pangan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan sebuah laporan penting yang mengungkapkan kasus kelaparan di antara populasi Rohingya.

Penelitian yang dilakukan Juli oleh World Food Programme (WFP) memperingatkan, lebih dari 80 ribu anak di bawah usia lima tahun di Rakhine menderita kondisi penurunan berat badan yang sangat fatal.

Dilansir dari the Guardian, Selasa (17/10), dokumen enam halaman, yang dilaporkan pada saat itu, telah diganti dengan sebuah pernyataan yang mengatakan Myanmar dan WFP telah berkolaborasi.

Menurut WFP, hasil penelitian pada Juli di Rakhine dihapus dari situs resmi karena mengikuti permintaan pemerintah untuk melakukan review bersama.

"WFP berdiri berdasarkan penilaian awalnya, yang dilakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah di negara bagian Rakhine. Namun WFP menyadari bahwa dalam situasi yang dinamis dan terus berlanjut, penting untuk berkoordinasi erat dengan semua mitra, termasuk pemerintah," kata WFP dalam pernyataan yang disampaikan melalui email.

WFP mengatakan kekerasan yang terjadi pada Agustus menghentikan peninjauan bersama. Seorang konsultan yang telah bekerja dengan kantor PBB termasuk WFP mengatakan, tim yang bekerja di Rakhine sudah sangat gugup dengan laporan tersebut sehingga mendapat banyak perhatian.