Ahad 29 Oct 2017 08:28 WIB

Kuba Sebut Serangan di Kedubes AS Sebagai Manipulasi Politik

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Andri Saubani
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez
Foto: EPA-EFE/Alejandro Ernesto
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengatakan pada Sabtu (28/10) waktu setempat, bahwa serangan misterius yang terjadi di kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) sebagai manipulasi politik yang bertujuan untuk merongrong hubungan antara Kuba dan AS. "Tidak dapat diterima dan tidak bermoral bahwa setiap perbedaan politik antara kedua negara akan diwujudkan ke dalam langkah-langkah yang mempengaruhi warga negara dari kedua negara," katanya, dikutip dari Telegraph, Ahad(29/10).

Washington belum secara formal menyalahkan Havana atas dugaan serangan tersebut. Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan, pada pertengahan Oktober, bahwa dia berpendapat Kuba bertanggung jawab atas serangan yang membuat puluhan diplomat AS terluka. Gedung Putih juga menegaskan, bahwa pihaknya meyakini Kuba dapat menghentikan serangan tersebut.

Salah seorang pejabat AS serangan itu berdampak pada 24 diplomat yang tinggal di tempat tinggal diplomat dan hotel di Kuba dari November 2016 sampai Agustus 2017. Menurutnya, kemungkinan seranggan itu dilakukan dengan menggunakan semacam perangkat akustik rahasia.

Rodriguez menyatakan, bahwa serangan seperti itu adalah salah. Dan akibat serangan tersebut, menurutnya membuat kemunduran yang serius dalam hubungan antara kedua pemerintah dan kedua negara tersebut. Ia juga menegaskan, bahwa Kuba telah menunjukkan iktikad baik dengan membiarkan penyidik FBI tiga kali mengunjungi pulau itu pada tahun ini.

Pada September, Washington menarik lebih dari setengah staf diplomatiknya di Kuba dan mengusir 15 diplomat Kuba dari Washington. Selama sebulan ini pejabat AS telah berhenti mengeluarkan visa untuk orang Kuba yang ingin pergi ke AS. Tindakan tesebut tidak dibenarkan oleh Kuba.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement