Ahad , 12 November 2017, 16:57 WIB

Cina Serukan Peningkatan Kerja Sama Multilateral di KTT APEC

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani
Antara/Yusran Uccang
Presiden Joko Widodo (kiri) besama Presiden China Xi Jinping (kanan) saat melakukan dialog antara Pimpinan negara ekonomi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11).
Presiden Joko Widodo (kiri) besama Presiden China Xi Jinping (kanan) saat melakukan dialog antara Pimpinan negara ekonomi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, DA NANG -- Kemajuan ekonomi dan ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi incaran Presiden Cina Xi Jinping. Hal tersebut disampaikan Xi dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Da Nang, Vietnam, Ahad (12/11).

Memberikan pidato di forum APEC, Xi mengatakan, akan mengutamakan perkembangan ekonomi domestik dan penyediaan lapangan kerja di negaranya. Sebabnya, dia meminta negara-negara Asia untuk lebih bekerja sama untuk memajukan ekonomi.

Xi mengatakan, sejauh ini pemerintahannya telah menciptakan 13 juta lapangan kerja baru di kota-kota dalam beberapa tahun terakhir. Cina, dia mengatakan, akan terus mengembangkan perekonomian agar dapat memberikan manfaat lebih besar ke seluruh dunia.

"Restrukturisasi ekonomi tidak harus datang dengan mengorbankan pekerjaan. Sebaliknya, pekerjaan yang stabil akan memungkinkan kelonggaran lebih besar untuk reformasi dan pembangunan," kata Xi Jinping dikutip Reuters, Ahad (12/11).

Secara khusus, Cina meminta adanya sistem perdagangan multilateral. Hal tersebut berbeda dengan keinginan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang lebih senang mengejar kesepakatan bilateral.

Sebelumnya, Trump mengatakan, AS tidak akan ikut serta dalam kerjasama Trans-Pacific Partnership (TPP). Trump menilai, perdagangan bebas tersebut telah mematikan lapangan pekerjaan di negaranya.

Berita Terkait