Selasa , 14 November 2017, 05:51 WIB

Korsel Waspada Usai Insiden Penembakan Prajurit Korut

Rep: umar mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Reuters/Lee Jae-Won
Tentara Korea Selatan berjaga di dekat Zona Demiliterisasi yang memisahkan dua Korea di Paju, Seoul, Kamis (4/4).
Tentara Korea Selatan berjaga di dekat Zona Demiliterisasi yang memisahkan dua Korea di Paju, Seoul, Kamis (4/4).

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Militer Korea Selatan (Korsel) kini meningkatkan kewaspadaan setelah terjadi insiden penembakan prajurit asal Korea Utara (Korut) yang hendak membelot ke Korsel di areal keamanan bersama yang menjadi bagian dari zona demiliterisasi (DMZ), Senin (13/11) siang waktu setempat.

 "Saat ini tidak ada tanda-tanda yang tidak biasa di militer Korut. Tapi kami tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan provokasi dari Korut," kata seorang pejabat militer Korsel kepada kantor berita Yonhap, dilansir dari The Guardian, Senin (13/11).
 
Pembelotan melalui zona demiliterisasi jarang terjadi mengingat, tentara yang dipilih untuk bertugas di perbatasan sebagian karena mereka telah menunjukkan kesetiaan yang kuat kepada Korut. Pernah suatu kali pada 1998, seorang prajurit dari Utara menyeberangi perbatasan lewat Panmunjom. Selain itu, dua prajurit lainnya juga melewati rute serupa pada Juni 2017.
 
Sebagian besar zona demiliterisasi dilapisi pagar berkawat, ratusan ribu tentara tempur dan ada lebih dari satu juta ranjau darat. Namun, perbatasan Korut dan Korsel hanya ditandai dengan dinding beton yang rendah.
 
Pejabat Kementerian Pertahanan Korsel menuturkan bahu dan siku prajurit itu kena tembak. Prajurit yang tidak bersenjata ini diketahui ditembak saat membuat penawaran kepada pihak Korsel di areal keamanan bersama.
 
Kepala staf gabungan Korea Selatan dalam sebuah keterangannya mengatakan upaya prajurit tersebut untuk menyeberangi perbatasan dimulai saat dia melesat dari sebuah pos pengawal di sisi utara Desa Panmunjom ke sisi selatan desa.
 
Seusai mendengar suara tembakan dari wilayah Korut, tentara Korsel menemukan pembelot Korut itu sekitar 50 meter di sebelah selatan gencatan senjata Desa Panmunjom. Prajurit tersebut kemudian diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter PBB. Saat itu tidak terjadi baku tembak antara kedua belah pihak. Pihak berwenang Korsel belum merilis nama ataupun pangkatnya.