Selasa , 14 November 2017, 06:49 WIB

Indonesia Khawatirkan Situasi Keamanan di Semenanjung Korea

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andi Nur Aminah
AP Photo/Bullit Marquez
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo saat tiba di Clark International Airport di Clark, Filipina, Ahad (12/11). Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Manila.
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo saat tiba di Clark International Airport di Clark, Filipina, Ahad (12/11). Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Manila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Pemerintah Indonesia siap memberikan kontribusinya dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Semenanjung Korea. Hal ini disampaikan Presiden dalam KTT Ke-19 ASEAN-Korea Selatan yang diselenggarakan diPhilippinesInternational Convention Center(PICC) Manila, Filipina.

"Indonesia siap berkontribusi dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan di Semenanjung Korea," kata Presiden Jokowi, dikutip dari laman setkab.go.id.

Lebih lanjut, ia menegaskan, seluruh negara anggota ASEAN sangat mengkhawatirkan situasi di Semenanjung Korea. Sikap tegas pun telah disuarakan oleh ASEAN atas perkembangan di Semenanjung Korea menyusul digelarnya beberapa kali uji coba rudal balistik oleh Korea Utara.

Untuk itu, Presiden Jokowi menghargai upaya yang terus dilakukan oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-In yang terus mengupayakan penyelesaian damai melalui jalur dialog. Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowijuga menyampaikan Korea Selatan merupakan salah satu mitra ASEAN yang paling aktif mengembangkan kerja sama. Untuk itu, ia berharap agar ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA) lebih dioptimalkan.

"Kita juga perlu dorong agar perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership dapat segera diselesaikan," ucap Jokowi. Jokowi menekankan, ASEAN dan Korea Selatan harus mampu menjaga sentimen keterbukaan ekonomi yang saling menguntungkan.