Rabu , 15 November 2017, 13:15 WIB

Ini Misi Diplomat Senior Cina Kunjungi Korut

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah
AP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah).
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Seorang diplomat senior Cina, Song Tao, akan mengunjungi Korea Utara (Korut) sebagai utusan khusus dari Presiden Cina Xi Jinping.

Pemerintah Cina mengumumkan hal ini pada Rabu (15/11), di tengah ketegangan yang terus meningkat terkait program nuklir dan rudal Pyongyang.

Cina telah berulang kali mendorong adanya solusi diplomatik terhadap krisis nuklir Korut. Tercatat, terakhir kali Cina mengutus diplomatnya ke Korut pada Februari tahun lalu. Kantor berita Cina, Xinhua, mengatakan Song Tao, yang memimpin Departemen Urusan Luar Negeri Partai Komunis Cina, akan pergi ke Korut pada Jumat (17/11).

"Dia akan memberi tahu DPRK mengenai Kongres Nasional Partai Komunis ke-19 dan mengunjungi DPRK", tulis Xinhua, dengan menggunakan nama resmi Korut dan mengacu pada Kongres Partai Komunis yang telah memperkuat kekuasaan Xi.

Kantor berita Korut, KCNA, juga telah mengkonfirmasi kunjungan tersebut. Akan tetapi belum jelas berapa lama Song mengunjungi negara tersebut.

Ia sebelumnya telah mengunjungi Vietnam dan Laos untuk memberi tahu tentang hasil Kongres tersebut. Hal ini merupakan bentuk dari kesopanan khas Cina untuk merangkul negara komunis lainnya setelah menyelenggarakan Kongres penting mereka.

Departemen Urusan Luar Negeri Partai Komunis bertanggung jawab atas hubungan partai dengan partai politik asing. Secara tradisional, departemen ini juga berfungsi sebagai saluran diplomasi antara Cina dengan Korut.

Seorang pejabat departemen ini mengatakan Partai Komunis Cina terus mengadakan pembicaraan dan mempertahankan kontak dengan mitranya di Korut. Persahabatan kedua negara tersebut dinilai penting untuk stabilitas regional.

Utusan khusus baru Cina untuk Korut, Kong Xuanyou, yang menjabat dalam posisi ini pada Agustus lalu, diyakini belum mengunjungi negara tersebut sejak dia menerima pekerjaan sebagai utusan khusus.

Sumber : Reuters