Rabu , 15 November 2017, 14:30 WIB

Buku KH Saifuddin Zuhri Ada di 100 Perpustakaan Jepang

Red: Agus Yulianto
dok. kemenag.go.id
Menag terima Buku Guruku Orang-Orang dari Pesantren terbitan Bahasa Jepang saat berkunjung ke Universitas Chuo
Menag terima Buku Guruku Orang-Orang dari Pesantren terbitan Bahasa Jepang saat berkunjung ke Universitas Chuo

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- KH Saifuddin Zuhri (Menteri Agama tahun 1962-1967) dikenal sebagai penulis produktif. Salah satu karyanya berupa buku berjudul "Guruku Orang-Orang dari Pesantren".

Buku biografi yang bercerita tentang kehidupan pesantren ini kali pertama diterbitkan pada tahun 1974 oleh Penerbit Al-Ma’arif Bandung. Buku ini sempat fenomenal sehingga dicetak beberapa edisi dalam tiga dasawarsa. Ternyata buku ini diminati di kalangan akademisi Jepang. Terbukti buku ini dialihbahasakan dan diterbitkan dalam bahasa Jepang.

Fakta ini terungkap saat Menag Lukman Hakim Saifuddin berkunjung ke Perpustakaan Universitas Chuo di Tokyo, Jepang. Buku edisi bahasa Jepang itu diterbitkan dengan sampul warna hijau kekuningan dan menjadi koleksi perpustakaan Universitas Chuo yang lengkap dan luas.

Profesor Kato, Guru Besar Antropologi di kampus Chuo mengungkapkan, buku itu dianggap penting oleh para akademisi di Jepang. Sedikitnya 100 perpustakaan di Jepang punya koleksinya.

Menag Lukman terharu dan sekaligus senang mendengar dan mendapati fakta ini. Menag mengaku, sudah lama mendengar informasi terkait penerbitan buku Kiai Saifuddin Zuhri oleh pihak Jepang. Namun baru kali ini melihatnya dengan mata kepala sendiri.

"Saya sungguh berterima kasih, ternyata buku ini sangat dihargai oleh kalangan akademisi di Jepang. Terus terang saya surprise," katanya di Tokyo, Selasa (14/11)

Kontan saja Menag memfoto buku itu. Kemudian oleh pihak kampus dia diminta untuk membubuhkan tanda tangan di buku itu.

Sekedar diingat, kiai Saifuddin Zuhri adalah sosok santri yang berjasa mengangkat nama pesantren ke pentas nasional lewat kiprahnya.  Selain menjadi pejabat tinggi negara, tokoh NU ini rajin mengangkat suara kaum santri. Buku berjudul "Guruku Orang-Orang dari Pesantren" menjadi tonggak tersendiri. 

"Sebelumnya orang-orang pesantren malu mengakui latar belakangnya. Namun setelah terbitnya buku ini kaum santri lebih percaya diri mengungkapkan latar belakang kepesantrenannya," kata Menag Lukman yang juga putra kiai Saifuddin Zuhri.