Sabtu , 18 November 2017, 11:00 WIB

Pentagon tak Sengaja Me-Retweet Seruan Mundur untuk Trump

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Budi Raharjo
AP/Evan Vucci
Presiden Donald Trump
Presiden Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) secara tidak sengaja me-retweet cuitan akun yang menyerukan agar Presiden Donald Trump mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (16/11) waktu setempat.

Cuitan asli yang di-retweet tersebut juga meminta dua pejabat lainnya untuk mengundurkan diri. Setelah adanya tuduhan pelecehan seksual. Cuitan tersebut berasal dari akun milik seorang aktivis anti-Trump @ProudResister.

Solusinya sederhana, Roy Moore: turun dari arena, Al Franken: mengundurkan diri dari Kongres, Donald Trump: Mengundurkan diri dari kursi kepresidenan. GOP:Berhentilah melakukan kekerasan seksual sebagai isu partisan. Ini adalah kejahatan seperti kemunafikan Anda. Demikian cuitan dari akun @ProudResister, menurut BBC, Jumat (17/11).

Akun resmi Pentagon tersebut telah me-retweet pesan tersebut dan membagikannya kepada 5,2 juta pengikut, sebelum segera dihapus. Namun kesalahan itu tidak luput dari pengamatan. Meskipun Pentagon segera menghapusnya, sudah ada yang me-screenshot cuitan akun Pentagon dan kemudian membagikannya lagi. Reaksinya pun cepat.

Berbagai respons muncul di media sosial tersebut. "Uh seseorang membuat kesalahan," kata seorang pengguna Twitter. Sepertinya mantan karyawan Twitter tersebut menemukan pertunjukan baru di Pentagon, kata pengguna lain yang mengacu kesalahan serupa pada awal bulan ini ketika akun Trump tak sengaja dinonaktifkan oleh karyawan Twitter.

Kemudian juru bicara Pentagon Dana White segera mencuitkan klarifikasi mengenai retweet tersebut. "Operator akun Twittter resmi @DeptofDefense secara keliru me-retweet konten yang tidak akan disahkan oleh Departemen Pertahanan," kata Dana White.

Namun banyak pengguna Twitter yang merasa tidak puas dengan klarifikasi tersebut. "Apakah kita seharusnya percaya bahwa ini dilakukan secara tidak sengaja? Seseorang di@DeptofDefense perlu dipecat bersama siapa pun yang bekerja dengan mereka," menurut seorang pengguna Twitter.

"Ada pula yang menanggapinya dengan lelucon. Tidak ada kudeta. Presiden selamat."

Berita Terkait