Selasa , 21 November 2017, 17:00 WIB

4 Negara Pendukung Terorisme Versi AS

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah
EPA-EFE / KCNA
Rudal Korea Utara Hwasong-14
Rudal Korea Utara Hwasong-14

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (20/11) telah memasukkan Korea Utara (Korut) ke dalam daftar negara pendukung terorisme. Keputusan ini akan memungkinkan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap negara pimpinan Kim Jong-un tersebut.

Menempatkan sebuah negara dalam daftar negara pendukung teroris memerupakan langkah yang sangat serius oleh Washington. Selain Korut, hanya terdapat tiga negara lain yang masuk dalam daftar AS sebagai negara pendukung terorisme, yakni Suriah, Iran, dan Sudan. Sebelumnya, Kuba pun masuk dalam daftar ini, namun pada 2015 mantan presiden AS Barack Obama mengeluarkannya dari daftar.

Dilaporkan laman ABC News, berikut ini alasan AS memasukkan Korut, Iran, Suriah, dan Sudan ke dalam daftar negara pendukung terorisme.

1. Korut
Pada 1980, Korut secara khusus terlibat dalam aksi teror mematikan, termasuk peledakan sebuah bom di Myanmar yang menewaskan anggota kabinet Korea Selatan (Korsel) dan perusakan sebuah pesawat komersial Korsel. Akibat aksi-aksi ini, Korut masuk dalam daftar negara pendukung terorisme versi AS pada 1988. Namun pada 2008, Korut dikeluarkan dari daftar tersebut sebagai upaya menariknya ke dalam kesepakatan nuklir.

Kasus terbaru adalah terlibatnya agen Korut dalam pembunuhan saudara tiri Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada Februari lalu. Kim Jong-nam terbunuh akibat racun VX yang dipaparkan kepadanya oleh dua orang wanita asal Indonesia dan Vietnam.

Selain itu, AS telah menuding Korut terlibat dalam beberapa aksi peretasan yang sangat mengganggu dan merugikan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan terorisme.

2. Suriah
Suriah masuk dalam daftar negara pendukung terorisme AS sejak 1979. Menurut AS, rezim Bashar al-Assad mendukung berbagai kelompok teroris yang berimbas kepada destabilisasi di luar wilayah tersebut. Secara khusus, menurut AS, Suriah memberi dukungan politik dan senjata kepada Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Di saat bersamaan, Suriah turut membantu Iran untuk menjaga kelompok tersebut tetap bersenjata.

Klaim AS terhadap Suriah juga mencakup kekhawatiran tentang senjata pemusnah massal. Menurut Departemen Luar NegeriAS, Suriah telah berulang kali menggunakan senjata kimia untuk menyerangrakyatnya sendiri.

3. Iran
Iran masuk dalam daftar negara pendukungterorisme pada 1984. Sebuah laporan Departemen Luar Negeri AS pada Juli menyebut Iran sebagai sponsor utama terorisme dan mengatakan Teheran mendukung milisi Syiah di Irak.

4. Sudan
Negara Afrika Timur ini merupakan tempat tinggal pemimpin Alqaidah Usamah bin Laden selama beberapa tahun pada dekade 1990-an. Pada 1993, AS mencantumkan Sudan dalam daftar negara pendukung terorisme.

Namun, AS bagaimana pun, telah memuji Sudan karena melakukan beberapa perbaikan. Sebelum meninggalkan jabatannya, mantan presiden AS Barack Obama menerbitkan perintah eksekutif untuk mencabut sanksi berusia puluhan tahun atas dasar percobaan. Bulan lalu, Trump dilaporkan bersedia mengeluarkan Sudan dari daftar negara pendukung terorisme bila perbaikan terus berlanjut.

 

Berita Terkait