Jumat , 08 December 2017, 05:43 WIB

Kunjungan Erdogan ke Yunani Dimulai dengan Ketegangan

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah
AP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan kunjungan ke Yunani. Ini adalah yang pertama kalinya untuk seorang pemimpin Turki datang ke negara Eropa itu dalam 65 tahun terakhir.

Kunjungan ini juga diawali dengan ketegangan antara Erdogan dan Presiden Yunani Prokopis Pavlopoulos. Erdogan meminta agar perjanjian perbatasan setelah Perang Dunia I antara kedua negara harus diterapkan secara adil.

Sementara itu, Pavlopoulus menolak untuk mengubah apapun yang terdapat dalam perjanjian yang dikenall sebagai Treaty of Lausanne. Selama beberapa dekade, Turki dan Yunani dilanda ketegangan dengan bermacam sengketa lainnya.

"Perjanjian ini bagi kita tidak dapat dinegosiasikan kembali karena bag kami tidak terlihat adanya kesenjangan, memerlukan tinjauan, maupun pembaruan apapun dan sudah sah seperti itu," ujar Pavlopoulus, dilansir BBC, Kamis (7/12).

Mulai dari masalah pulau-pulau tak berpenghuni di Laut Aegea. Turki dan Yunani pada 1996 berperang karena membenarkan masing-masing pihak untuk masalah tersebut.

Kemudian kedua negara gagal mencapai kesepakatan damai di Siprus, yang terpecah. Pada 1974, bagian utara pulau tu terpecah setelah Turki melakukan serangan pascakudeta militer di negara itu yang diyakini didukung oleh Yunani.

Turki juga mengatakan bahwa hak-hak minoritas Muslim asal Turki yang menetap di wilayah timur laut Yunani tidak dihormati. Termasuk di Ibu Kota Athena. Erdogan mengatakan banyak warga yang tak diizinkan memilikih ahli hukum Islam atau mufti mereka sendiri.


Berita Terkait