Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Sabtu, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Norwegia Resmi Hentikan Siaran Radio FM

Sabtu 16 Desember 2017 00:34 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Budi Raharjo

Radio kayu digital

Radio kayu digital

REPUBLIKA.CO.ID,OSLO -- Setelah digodok selama setahun, Norwegia akhirnya secara resmi menghentikan siaran radio melalui jaringan gelombang FM pada Rabu (12/12) kemarin. Norwegia pun menjadi negara pertama yang menghentikan siaran radio gelombang FM tersebut.

Sebagai gantinya, Norwegia meminta warganya untuk menggunakan dan mendengarkan radio lewat sistem digital atau biasa disebut DAB (Digital Audio Broadcasting). Penghentian siaran radio FM ini diawali di bagian utara Norwegia, kemudian akan diikuti secara nasional di seluruh Norwegia.

''Seperti yang telah dijadwalkan, warga di bagian utara dan Kepulauan Svalbard di Laut Artic akan menggunakan DAB dan tidak lagi menggunakan radio FM,'' tulis keterangan resmi dari Digitalradio Norge (DRN), sebuah lembaga yang mewadahi radio publik dan komersial di Norwegia, seperti dilansir AFP.

Pihak otoritas Norwegia pun mengungkapkan, DAB memiliki suara yang lebih jernih, pilihan channel radio yang lebih banyak, dan memiliki ongkos yang lebih murah ketimbang radio FM. Namun, langkah ini ternyata masih menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat Norwegia. Pasalnya, DAB masih belum bisa menjangkau seluruh area Norwegia.

Selain itu, untuk bisa mendengarkan radio lewat DAB, warga Norwegia harus merogoh kocek lebih dalam, untuk membeli alat penerima sinyal, yang mencapai 100 hingga 200 euro. Hingga saat ini, berdasarkan data DRN, hanya sekitar 49 pendengar radio FM di Norwegia, yang telah mengakses DAB.

Selain itu, ada penurunan jumlah pendengar radio dalam setahun terakhir, terutama sejak rencana pengalihan radio FM ke DAB mulai digulirkan. Ada penurunan sekitar 10 persen pendengar dalam setahun terakhir. Tidak hanya itu, stasiun radio publik Norwegia, NRK, kehilangan 21 persen pendengarnya.

''Ini memang perubahan besar dunia radio di Norwegia, dan kami ingin memberikan kesempatan para pendengar untuk beradaptasi terhadap perubahan ini. Setelah penghentian (radio gelombang FM) di sejumlah wilayah, kami sadar, pendengar akan turun, tapi kami yakin, jumlah itu akan naik lagi,'' kata Kepala DRN, Jorgen Torvmark.

Namun, berdasarkan hasil survey dari lembaga riset Norwegia, hanya 31 persen penduduk Norwegia setuju dengan langkah pemerintah tersebut. Sementara 56 persen mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap DAB. Pada saat ini, ada sekitar 31 stasiun radio FM, yang mengudara di Norwegia. Kendati telah dihentikan oleh pemerintah, namun sejumlah stasiun radio lokal, yang menggunakan gelombang FM, memilih untuk tetap beroperasi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA