Sabtu , 13 January 2018, 16:25 WIB

10 Orang di Kuburan Massal Disebut Hanya Muslim Rohingya

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Teguh Firmansyah
AP/Bernat Armangue
Pengungsi Muslim Rohingya melintasi sungai Naf di perbatasan Myanmar-Bangladesh, untuk menyelematkan diri mereka dari genosida militer Myanmar. (foto file)
Pengungsi Muslim Rohingya melintasi sungai Naf di perbatasan Myanmar-Bangladesh, untuk menyelematkan diri mereka dari genosida militer Myanmar. (foto file)

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Kelompok mengaku milisi Rohingya pada Sabtu (13/1) mengatakan,  10 orang yang ditemukan di kuburan massal di negara bagian Rakhine pada bulan lalu adalah warga sipil yang tak berdosa dan bukan anggota gerilyawan.

"Kami dengan ini menyatakan 10 warga sipil Rohingya yang tidak berdosa yang ditemukan di kuburan massal di daerah Desa Inn Din bukanlah ARSA maupun asosiasi dengan ARSA," kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Sebelumnya militer Myanmar mengklaim ke-10 orang itu sebagai gerilyawan. Pada awal pekan ini, militer Myanmar mengaku telah membunuh 10 teroris itu selama operasi penyerangan terhadap gerilyawan para awal September.

Penyerangan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) terhadap pos keamanan pada Agustus lalu memicu operasi militer yang menyapu penduduk bagian utara Rakhine yang mayoritas Muslim.

Seorang juru bicara pemerintah Myanmar menanggapinya dengan mengatakanbahwa kadang-kadang teroris dan penduduk desa bersekutu, dalam serangan terhadap pasukan keamanan.

"Kami telah mengatakan bahwa sulit untuk membedakansiapa teroris dan penduduk desa yang tidak bersalah," kata juru bicara ZawHtay. Akan ada proses investigasi yang sedang berlangsung untuk memeriksa apakah mereka anggota ARSA atau bukan.

Sumber : Reuters