Ahad , 14 Januari 2018, 11:55 WIB

Cile Protes ke Bank Dunia Soal Peringkat EoDB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Andri Saubani
Republika/Agung Supriyanto
Presiden Cile Michelle Bachelet.
Presiden Cile Michelle Bachelet.

REPUBLIKA.CO.ID, SANTIAGO -- Pemerintah Cile melayangkan kritik kepada Bank Dunia atas penyusunan peringkat Ease of Doing Business (EoDB). Menurut mereka, Bank Dunia memperlakukan negara Amerika Selatan secara tidak adil dalam peringkat EoDB tersebut.

"Apa yang terjadi dengan peringkat daya saing Bang Dunia sangat memprihatinkan, ranking yang disusun oleh lembaga internasional harus dapat dipercaya karena berdampak pada investasi dan pembangunan negara," ujar Presiden Cile Michelle Bachelet dilansir Reuters, Ahad (14/1).

Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal, Kepala Ekonom Bank Dunia Paul Romer telah meminta maaf kepada Pemerintah Chile. Dalam rangking EoDB, saat ini Cile berada di urutan ke-55 dari 190 negara.

Ranking Cile dalam daftar tersebut terus menurun. Pada 2014, Cile berada di peringkat ke-34 kemudian pada 2015 turun menjadi peringkat ke-41, dan pada 2016 kembali turun di posisi ke-48.

Romer mengatakan, penurunan tersebut diakibatkan adanya perubahan metodologis dan bukan karena memburuknya lingkungan bisnis di Cile. Bank Dunia akan melakukan tinjauan eksternal terhadal indikator bisnis di Cile.

Menurut Romer, setiap perubahan metodologi telah menjalani proses konsultasi yang ketat, dan indikator-indikatornya didasarkan pada data-data keras seperti tarif pajak dan undang-undang yang disahkan. "Indikator dan metodologi dalam EoDB dirancang tanpa merujuk pada satu negara tertentu dan data kami sangat objektif, serta tidak dipengaruhi oleh politik," ujar Romer.

Pertumbuhan ekonomi Cile melambat karena faktor harga tembaga yang rendah. Adapun, tembaga merupakan komoditas ekspor utama bagi negara tersebut. Peringkat EoDB mempertimbangkan berbagai faktor antara lain kemudahan memulai bisnis, kemudahan kredit, perpajakan, dan kemudahan izin konstruksi.