Ahad 11 Feb 2018 20:31 WIB

Baku Tembak di India Tewaskan Sembilan Orang

Ratusan polisi dan tentara diterjunkan untuk mengusir gerilyawan tersebut.

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Citra Listya Rini
Baku tembak di India (ilustrasi)
Foto: AP
Baku tembak di India (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SRINAGAR  --  Baku tembak antara tentara India dan gerilyawan yang pecah pada hari kedua di sebuah kamp militer negara bagian Jammu dan Kashmir utara menewaskan sembilan orang.

Pejabat kementerian dalam negeri setempat mengatakan militan menyerbu kamp Sunjuwan di kotaJammu pada Sabtu (10/2) pagi. Ratusan polisi dan tentara diterjunkan untuk mengusir gerilyawan tersebut.

Menurut seorang perwira polisi senior, lima tentara dan seorang warga sipil terbunuh, sedangkan tiga lainnya yang terbunuh adalah gerilyawan. Pejabat setempat mengatkan, sejumlah penyerang yang tidak diketahui terpojok di kompleks perumahan penduduk setempat pada Ahad (11/2).

Para teroris memasuki kompleks keluarga setelah tim respons cepat mengepung daerah tersebut dan mengisolasi para teroris di dalamkamp tersebut, kata seorang pejabat senior pemerintah.

Sementara Direktur Jenderal Kepolisian Jammu dan Kashmir S P Vaid mengatakan penyadapan komunikasi menunjukkan teroris yang terlibat dalam serangan tersebut termasuk dalam kelompok Jaish-e-Mohammad, sebuah organisasi militan separatisyang berbasis di Pakistan.

Juru bicara Angkatan Darat Letnan Kolonel Devender Anand mengatakan, ketiga militan yang  tewas tersebut mengenakan seragam dan memiliki senapan serbu, peluncur granat dan granat.

Pihak berwenang menyebutkan sebagian besar dari 170 rumah di kompleks tersebut telah dibersihkan dan penghuninya telah pindah. Kamp tentara dekat dengan dua pusat perbelanjaan dan sekolah negeri. Bagian kota tersebut telah diberlakukan jam malam.

India menuduh Pakistan melatih dan mempersenjatai militan dan membantu mereka menyusup melintasi Garis Kontrol yang membagi wilayah Kashmir. Namun, Pakistan membantah tuduhan tersebut.

Negara Asia selatan itu telah memperjuangkan dua dari tiga perang mereka sejak kemerdekaan pada 1947 di Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim, di mana keduanya mengklaim secara keseluruhan namun menguasai sebagian.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement