Jumat 25 Mar 2016 14:29 WIB

Israel Tahan Tentara yang Tembak Kepala Warga Palestina

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah
Tentara Israel
Tentara Israel

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Militer Israel pada Kamis (24/3) mengatakan telah menahan seorang tentara yang terekam video melakukan penembakan pada warga Palestina yang sudah terluka di tanah. Aksi tentara Israel tersebut mendapat kecaman keras dari kelompok hak asasi manusia.

Juru bicara militer Letnan Kolonel Peter Lerner menyebut insiden tersebut sebagai sebuah pelanggaran berat dari nilai-nilai militer. Polisi militer, menurut Lerner, telah menangkap tentara dan sedang melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Militer mengatakan penyelidikan bahkan telah dimulai sebelum video beredar.

"Militer memandang kejadian ini sebagai pelanggaran berat perilaku, nilai-nilai dan standar operasi militer. Prajurit yang terlibat telah ditahan dan penyelidikan militer telah dibuka," ujarnya.

Pasukan Israel terekam menembak dua warga Palestina yang diduga melakukan penusukan tentara di Tepi Barat yang diduduki pada Kamis. Dalam video yang beredar tampak tentara Israel menembak warga yang sudah terbaring terluka di tanah.

Dari video yang beredar tampak salah satu warga Palestina yang tergeletak di tanah berupaya perlahan memindahkan kepalanya. Sekitar satu menit kemudian seorang tentara menembak kepalanya. Darah pun terlihat mengalir dari kepala warga Palestina itu.

Insiden ini secara luas dikecam para pejabat Israel.

Kelompok HAM Israel B'Tselem merupakan pihak yang merilis video grafis tersebut pada Kamis pagi. Rekaman diambil setelah insiden dugaan penusukan berlangsung di Tel Rumeida, lingkungan Palestina yang terletak di dekat permukiman Yahudi di jantung Hebron.

Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina mengidentifikasi dua pelaku sebagai Ramzi Aziz al-Qasrawi dan Abdel al-Fattah Yusri al-Sharif. Mereka bedua ditembak setelah diduga melakukan penusukan seorang tentara Israel hingga terluka.

"Ini adalah pertama kalinya kami memiliki video yang jelas dari eksekusi seorang Palestina. Gambar mengerikan ini menunjukkan bagaimana brutalnya pendudukan," kata Direktur Youth Against Settlements Issa Amro kepada Aljazirah melalui telepon.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: Raja Faisal Tewas Ditembak Keponakannya

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement