Kamis , 20 April 2017, 05:00 WIB

Hamas Peringatan 13 Tahun Syahidnya “Singa Palestina” Abdul Aziz ar-Rantisi

Red: Agus Yulianto
islamtimes.org
 Sheikh Ahmed Yassin, pemimpin spiritual kelompok Hamas Palestina tewas dalam serangan udara Israel pada 22 Maret 2004. Ia menjadi target saat kembali dari masjid di kota Gaza.
Sheikh Ahmed Yassin, pemimpin spiritual kelompok Hamas Palestina tewas dalam serangan udara Israel pada 22 Maret 2004. Ia menjadi target saat kembali dari masjid di kota Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, AL-QUDS -- Gerakan Hamas Palestina memperingati 13 tahun gugurnya salah satu pimpinan al-Qassam, dr. Abdul Aziz ar-Rantisi, sang “Singa Palestina”. Dalam peritiwa naas tersebut, mobil Rantisi diserang oleh roket dari pesawat tempur Israel. Seketika, ia bersama dua rekannya pun wafat.

Dokter Abdul Aziz Rantisi lahir pada 23 Oktober 1947 di desa Bina yang terletak di antara Askalan dan Yafa. Pria bernama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi ini adalah seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.

Beliau aktif disejumlah organisasi, di ntaranya sebagai Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza dan dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik. Untuk merealisasikan cita-citanya menjadi syuhada, selain berdo’a, beliau berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel.

Abdul Aziz Rantisi bergabung dengan jamaah Ikhwanul Muslimin ketika menjalani studi S2 di Mesir, kemudian di baiat pada tahun 1976. Setelah pulang ke Gaza, Rantisi diberikan amanah untuk menjadi pimpinan ikhwanul Muslimin di Khan Yunus Gaza.

Pada tahun 1987 Rantisi mendapat kehormatan untuk mendirikan gerakan Hamas di Gaza. Pada tahun itulah dirinya mulai melakukan gerakan perlawanan terhadap Israel. Tahun 1983, untuk pertama kalinya ia dipenjara selama satu bulan. Kemudian ia kembali dijebloskan ke penjara pada tahun 1987, atas tuduhan melakukan perlawanan terhadap Israel.

Pada 17 Desember 1992, Rantisi dipaksa keluar ke bagian Lebanon, sebagai bagian pengusiran 416 anggota Hamas dan mata-mata Jihad Islam Palestina. Saat ia kembali pada 1993, dirinya ditangkap, namun kemudian dibebaskan. Ia pun telah ditahan beberapa kali dalam waktu yang panjang oleh Otoritas Palestina, karena kritiknya pada Pemerintah Palestina dan Arafat, kebanyakan di pertengahan tahun 1999.

Setelah gugurnya Syekh Ahmad Yasin di Gaza pada 22 Maret 2004, Rantisi diangkat menjadi pimpinan Hamas di Jalur Gaza hingga akhirnya beliau wafat dengan rudal helikopter Apache milik Israel pada 17 April 2004.

Sumber : suarapalestina.id/spna

Berita Terkait