Ahad , 16 Juli 2017, 06:42 WIB

Israel Buka Kembali Kompleks Masjid Al Aqsa

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Israr Itah
Ammar Awad/Reuters
Kaum Wanita Palestina ikut shalat berjamaah di kompleks Masjidl Aqsa
Kaum Wanita Palestina ikut shalat berjamaah di kompleks Masjidl Aqsa

REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM, YERUSALEM -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan membuka kembali kompleks Masjid Al Aqsa pada Ahad (16/7). Pemerintah Israel menutup wilayah suci ini setelah terjadi insiden tembakan mematikan.

Pada Jumat, tiga warga Palestina dari umm al-Fahm, sebuah kota di Israel, menyerang polisi Israel yang tengah berjaga di luar gerbang Masjid Al Aqsa.

Polisi segera memburu ketiganya yang lari ke dalam kompleks Al Aqsa kemudian menembaknya hingga tewas. Dua polisi Israel juga tewas akibat aksi penyerangan tersebut. Mereka adalah Hail Stawi (30) dan Kaamil Snaan (22). 

Menurut Netanyahu tembakan itu adalah serangan paling serius di daerah tersebut selama bertahun-tahun. "Karenanya pihak berwenang Israel kemudian menutup kompleks tersebut dengan alasan keamanan, hanya beberapa jam sebelum sholat Jum'at," jelas Netanyahu dilansir dari Reuters, Ahad (16/7)

Di sisi lain, langkah tersebut juga menimbulkan kemarahan di kalangan Muslim dan juga dikutuk oleh pemimpin agama dan politik Palestina, Yordania dan Organisasi Kerja Sama Islam, sebuah badan Islam dunia, yang meminta agar kompleks tersebut dibuka kembali segera. Kini, Netanyahu kembali membuka situs tersebut karena selain dikenal sebagai tempat suci bagi umat Islam, juga untuk warga Yahudi

"Detektor logam akan ditempatkan di gerbang masuk dan kamera yang meliput aktivitas akan dipasang di luarnya," lanjut Netanyahu.