Ahad , 20 August 2017, 12:45 WIB

Pejabat Palestina Sambut Baik Hubungan Hamas dan Mesir

Rep: Marniati/ Red: Agus Yulianto
AP
Riyad al-Maliki
Riyad al-Maliki

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki menyambut baik hubungan dekat Mesir dengan Hamas. Ia menyerukan, kelompok Islam tersebut untuk mengakhiri keretakan antara faksi-faksi Palestina.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan rekan-rekannya dari Jordania dan Mesir di Kairo, Al-Maliki mengatakan, bahwa Mesir memenuhi perannya sebagai mediator antara Hamas dan Otoritas Palestina. "Bukan hal baru atau kontroversial bagi Mesir untuk melakukan perannya dan memenuhi mandatnya dalam perundingan ini. Mesir harus berkomunikasi dengan Hamas agar kelompok tersebut dapat menyesuaikan diri dengan sikap Arab secara keseluruhan," kata Al-Maliki, setelah pertemuan untuk membahas proses perdamaian Israel-Palestina seperti dilansir Reuters, Ahad (20/8).

Selama beberapa dekade terakhir, Mesir telah bergabung dengan Israel dalam memberlakukan blokade darat, laut dan udara di Jalur Gaza. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menghukum Hamas dan pasukan sayap bersenjata, yang merebut wilayah tersebut pada tahun 2007 dan telah mengendalikannya sejak saat itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Mesir menjadi tuan rumah sejumlah anggota Hamas termasuk pemimpinnya Ismail Haniyeh dalam serangkaian pertemuan yang menunjukkan hubungan yang membaik antara negara dan kelompok tersebut. Setelah pertemuan terakhir di Kairo, Hamas membersihkan lahan di sisi perbatasannya, menciptakan zona penyangga dengan menara pengawas, kamera dan pagar kawat berduri di sebuah konsesi ke Mesir.

Seorang militan Islam membunuh seorang pejabat keamanan Hamas di perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir pada hari Kamis yang merupakan tindakan bom bunuh diri pertama terhadap Hamas. Al-Maliki meminta Hamas untuk menyerahkan kontrol atas Jalur Gaza dan membuka jalan bagi pemilihan legislatif dan presiden.