Jumat 28 May 2010 21:21 WIB

Abaikan Kecaman, Palang Merah Tetap Latih Taliban

Red: irf
Palang merah internasional merasa wajib untuk memberikan pelatihan kemanusiaan pada pihak yang berkonflik.
Foto: afp
Palang merah internasional merasa wajib untuk memberikan pelatihan kemanusiaan pada pihak yang berkonflik.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA--JENEWA--Kritik dan kecaman tak membuat Palang Merah Internasional, ICRC surut. Meski banyak pihak tak setuju, para petugas ICRC tetap tekun melatih pejuang Taliban untuk mampu menjalankan langkah pertolongan pertama. Sebelumnya, ICRC juga telah melatih polisi dan oposisi Afghanistan untuk hal yang sama.

Pelatihan untuk Taliban ini dijalankan ICRC sebagai bagian dari tugasnya untuk menjalankan misi kemanusiaan. "Ini adalah jantungnya mandat yang harus kami jalankan," kata juru bicara ICRC, Christian Cardon. Kata dia, ICRC tidak boleh membeda-bedakan kubu dalam memastikan bahwa masing-masing pihak yang terlibat konflik mampu menjalankan langkah pertolongan pertama dengan baik.

Kritik dan kecaman atas langkah tersebut banyak diterimanya secara langsung maupun surat elektronik. Salah satu pihak yang mengungkapkan kritik itu adalah tokoh yang enggan disebut namanya dari Kandahar. Kritikan itu dimuat oleh koran terbitan Inggris, The Guardian. Tokoh ini menyebutkan bahwa tidak selayaknya Taliban mendapatkan pelatihan tersebut.

Cardon menjawab kritikan itu dengan mengatakan bahwa ICRC telah menjalankan program seperti itu untuk para pihak-pihak yang terlibat konflik di medan perang sejak 150 tahun lalu. Dengan dasar prinsip resiprokal, kata dia, ICRC harus membantu kedua belah pihak.

Untuk menjalankan tugas tersebut secara transparan, pihaknya juga menginformasikan materi-materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut. Biasanya, kata dia, para peserta pelatihan mendapatkan materi selama tiga hari, termasuk di dalamnya pasal-pasal hukum internasional tentang perang dan kemanusiaan.

sumber : afp
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement