Selasa , 12 September 2017, 13:37 WIB

Israel Larang Warganya Kunjungi Eropa dan Timur Tengah

Rep: Marniati/ Red: Agus Yulianto
Reuters/Ronen Zvulun
Yahudi Israel (ilustrasi)
Yahudi Israel (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Biro Kontra Terorisme Israel meminta agar warga Israel tidak melakukan perjalanan ke Turki. Organisasi ini menyerukan kepada orang-orang Israel yang saat ini berada di Turki untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Peringatan perjalanan Israel juga mencakup beberapa negara Timur Tengah seperti Yordania dan Mesir, khususnya Semenanjung Sinai. Biro tersebut juga memperingatkan wisatawan Israel untuk tidak bepergian ke Eropa selama musim liburan Yahudi untuk mengantisipasi kemungkinan serangan teroris yang dapat dilakukan oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). .

"Motivasi organisasi jihad dunia-termasuk ISIS dan organisasi lain yang terinspirasi oleh mereka-tetap tinggi saat ini untuk melakukan serangan teroris di seluruh dunia," ujar biro tersebut seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (12/9).

Menurut Biro Kontra Terorisme Israel, sebagian besar serangan teroris dapat dilakukan di negara-negara barat, khususnya di Eropa utara dan barat. Peringatan tersebut mendesak warga Israel untuk tetap waspada di tempat-tempat keramaian dan pusat transportasi umum.

Ratusan orang Israel diperkirakan akan melakukan perjalanan ke luar negeri selama parade hari libur Yahudi yang dimulai dengan tahun baru Yahudi pada tanggal 20 September dan berakhir pada awal Oktober.