Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Monday, 5 Jumadil Awwal 1439 / 22 January 2018

Israel Larang Warganya Kunjungi Eropa dan Timur Tengah

Selasa 12 September 2017 13:37 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agus Yulianto

Yahudi Israel (ilustrasi)

Yahudi Israel (ilustrasi)

Foto: Reuters/Ronen Zvulun

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Biro Kontra Terorisme Israel meminta agar warga Israel tidak melakukan perjalanan ke Turki. Organisasi ini menyerukan kepada orang-orang Israel yang saat ini berada di Turki untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Peringatan perjalanan Israel juga mencakup beberapa negara Timur Tengah seperti Yordania dan Mesir, khususnya Semenanjung Sinai. Biro tersebut juga memperingatkan wisatawan Israel untuk tidak bepergian ke Eropa selama musim liburan Yahudi untuk mengantisipasi kemungkinan serangan teroris yang dapat dilakukan oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). .

"Motivasi organisasi jihad dunia-termasuk ISIS dan organisasi lain yang terinspirasi oleh mereka-tetap tinggi saat ini untuk melakukan serangan teroris di seluruh dunia," ujar biro tersebut seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (12/9).

Menurut Biro Kontra Terorisme Israel, sebagian besar serangan teroris dapat dilakukan di negara-negara barat, khususnya di Eropa utara dan barat. Peringatan tersebut mendesak warga Israel untuk tetap waspada di tempat-tempat keramaian dan pusat transportasi umum.

Ratusan orang Israel diperkirakan akan melakukan perjalanan ke luar negeri selama parade hari libur Yahudi yang dimulai dengan tahun baru Yahudi pada tanggal 20 September dan berakhir pada awal Oktober.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES