Selasa , 12 September 2017, 21:43 WIB

Hamas Siap Rekonsiliasi dengan Fatah

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ratna Puspita
Hamas-Fatah
Hamas-Fatah

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Hamas, pada Selasa (12/9) hari ini, mengatakan siap membahas upaya rekonsiliasi dengan tokoh kelompok Fatah yang juga Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Bebeda dengan tawaran sebelum-sebelumnya, kala ini Hamas tidak menetapkan prasyarat apapun untuk membicarakan rekonsiliasi dengan Fatah.

Dilaporkan laman Aljazirah, pengumuman rekonsiliasi ini muncul menyusul pertemuan antara delegasi tingkat tinggi Hamas dengan perwira intelijen Mesir di Kairo. Pemimpin Hamas Ismail Haniya dan Perdana Menteri Hamas di Gaza Yahya al-Sinwar adalah tokoh yang termasuk dalam delegasi di pertemuan tersebut. 

Situs Al Resala, yang mempunyai hubungan cukup dekat dengan Hamas melaporkan, intelijen Mesir telah menghubungi Azzam al-Ahmad, yakni seorang pejabat senior Fatah. Komunikasi dilakukan dalam rangka membawa pihak Fatah dan Hamas mendekat. 

Komite utama Fatah, pada Selasa (12/9), akan memutuskan apakah akan mengutus Azzam al-Ahmad ke Kairo dalam waktu dekat. Bila Fatah menghendaki, pembicaraan tentang rekonsiliasi dimungkinkan untuk dilakukan. 

Upaya rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah telah berulang kali mengalami kegagalan. Hamas sebelumnya menuntut agar Mahmoud Abbas terlebih dulu menghentikan segala tindakan yang melemahkan posisi kelompok tersebut di Gaza sebelum berdiskusi mengenai rekonsiliasi. 

Tuntutan Hamas ini berkaitan dengan keputusan Abbas memangkas pasokan listrik ke Gaza sebagai upaya memaksa Hamas membubarkan komite universal yang menjalankan pemerintahan di sana. Sebab komite tersebut dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintahan Palestina yang berpusat di Tepi Barat.