Jumat , 13 October 2017, 04:49 WIB

Hamas dan Fatah Mencapai Kesepakatan Rekonsiliasi

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Budi Raharjo
AP
Seorang anak memegang bendera Palestina di Gaza.
Seorang anak memegang bendera Palestina di Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID,PALESTINA -- Kelompok Hamas Palestina telah mencapai kesepakatan dengan kelompok Fatah, dalam mengakhiri keretakan antara kedua kelompok tersebut dalam satu dekade terakhir.

Hamas yang menguasai jalur Gaza mengatakan, rincian kesepakatan tersebut akan dirilis kamis (12/10) waktu setempat. Namun Fatah belum berkomentar mengenai hal tersebut.

Pusat informasi pro-Hamas mengumumkan kesepakatan tersebut, dengan mengatakan akan mengumumkan rinciannya pada sebuah konferensi pers di Kairo.

Rabu (11/10), juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa perundingan di Kairo telah berjalan serius dan mendalam. "Perundingan tersebut positif dan pihak Mesir telah menanganinya," Katanya seperti yang diberitakan bbc news, Kamis (12/10).

Langkah tersebut menjadi tuntutan utama bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dimana Palestina didonimasi oleh Fatah yang menguasai bagian Tepi Barat.

Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, kemudian melakukan perjalanan langka ke Gaza. Dia mengatakan bahwa Otoritas Palestina akan mulai mengendalikan urusan administrasi dan tanggung jawab keamanan di Gaza.

Tahun 2006, Hamas memenangkan pemilihan parlemen dan memperkuat kekuasaannya di Gaza setelah mengusir Fatah dari daerah tersebut. Namun Mesir dan Israel memblokade wilayah tersebut. Sehingga, Hamas menyerukan penghancuran Israel dan telah terlibat dalam tiga perang dengan negara Yahudi itu.

Namun Israel dengan tegas menentang keterlibatan Hamas di Palestina. Sehingga Hamas di klaim sebagai kelompok teroris, dan mengatakan bahwa pihaknya tidak akan berurusan dengan Pemerintah Palestina yang masih dikuasai oleh anggota Hamas.

Selain Israel, negara lain seperti AS, Uni Eropa, Inggris juga mengklaim Hamas sebagai kelompok teroris.


Berita Terkait