Kamis , 07 December 2017, 11:46 WIB

Jokowi Kecam Pengakuan Sepihak AS Terkait Yerusalem

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita
EPA/Made Nagi
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden dengan tegas meminta pemimpin Amerika mempertimbangkan kembali keputusan itu.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," kata Presiden Jokowi saat melakukan konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12).

Jokowi mengatakan, pengakuan secara sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Padahal, AS pun menjadi anggota tetap PBB.

Presiden menyampaikan, tindakan Pemerintah AS ini telah mengguncang stabilitas keamanan dunia. Ia pun menegaskan, Pemerintah Indonesia tetap konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

"Saya dan rakyat Indonesia kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah UUD 1945," kata Jokowi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu (6/12) waktu setempat. "Israel adalah negara yang berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnya untuk menentukan ibu kotanya sendiri," kata Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, seperti dilansir dari AFP.

Trump mengatakan, pengakuan tersebut merupakan fakta penting untuk mencapai perdamaian antara Palestina dengan Israel. "Sudah saatnya untuk secara resmi mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel," ucapnya.

Selain mengakui Yerusalem sebagai ibu kota, Pemerintah AS juga memulai memproses perpindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Aksi ini merupakan salah satu pemenuhan janji kampanyenya kepada para pemilihnya.