Jumat 08 Dec 2017 16:31 WIB

TGB Ajak Umat Doakan Palestina

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Andi Nur Aminah
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengisi kajian tafsir usai Shalat Jumat di Masjid Hubbul Wathan, Kompleks Islamic Center NTB, Jumat (8/12). Gubernur yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) juga mengajak jamaah mendoakan Palestina.
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengisi kajian tafsir usai Shalat Jumat di Masjid Hubbul Wathan, Kompleks Islamic Center NTB, Jumat (8/12). Gubernur yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) juga mengajak jamaah mendoakan Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi mengisi kajian tafsir di Masjid Hubbul Wathan, Kompleks Islamic Center NTB, usai Shalat Jumat (8/12). Kegiatan ini menjadi sebuah hal yang rutin dilakukan gubernur yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB).

Ratusan jamaah, mulai dari orang tua hingga anak-anak menyimak setiap kata demi kata yang keluar dari mulut TGB. Tak seperti biasanya, dalam kajian tafsir ini, TGB menyelipkan pesan-pesan dukungan bagi Palestina menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

TGB menilai, yang dilakukan Trump, tak hanya melukai hati miliaran umat Islam di seluruh dunia, tapi juga telah bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 478 Tanggal 20 Agustus 1980 tentang, pengesahaan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israil adalah suatu pelanggaran Hukum Internasional. "Ini adalah kezaliman yang tidak bisa dibiarkan," ujar TGB di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Jumat (8/12).

TGB menjelaskan sejumlah alasan terkait pengecaman terhadap Trump. Pertama, Palestina merupakan tempat mulia umat Islam dan dimuliakan oleh Allah SWT. Di dalam Palestina terdapat tempat suci ketiga umat Islam yaitu Al Aqsa yang harus dibela. "Sekitar 16 bulan lamanya Al Aqsa menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah menghadap ke Kabah," lanjut TGB.

Kedua, Palestina merupakan tempatnya para nabi-nabi mulia yang diutus oleh Allah SWT. Ketiga, Palestina merupakan tempat mi'rajnya Nabi Muhammad SAW untuk menerima perintah agung umat Islam yakni shalat lima waktu. "Maka Palestina harus selalu dalam hati kita," kata TGB.

TGB mengajak umat Islam untuk instrospeksi. Pasalnya, tindakan Trump tak lepas dari kurang bersatunya umat Islam. TGB mengingatkan umat Islam terus meningkatkan kualitas diri dengan mendalami ilmu agama dan ilmu-ilmu lainnya yang bermanfaat dan memberikan kemanfaatan.

TGB mengajak, peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin dekat dengan Allah SWT dan menjadi peringatan negara-negara Islam selalu menjadi sasaran untuk dipecahbelah. "Indonesia tidak boleh lalai, kalau dalam Alquran kita perlu perbatasan republik kita jaga," lanjut TGB.

TGB menjelaskan, segala sesuatu yang menjadi perantara yang wajib, hukumnya wajib. Seperti mempertahankan Bumi Allah yang bernama Indonesia tidak mungkin bisa terjadi tanpa adanya angkatan bersenjata yang kuat dan rasa persaudaraan yang kuat.

Menurut TGB, ada tiga yang ditakuti Israel yakni Suriah, Mesir, dan Irak. Dua dari tiga negara tersebut telah hancur dan ini menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan. "Menjaga Indonesia bukan kewajiban kebangsaan, tapi sudah menjadi kewajiban keagamaan karena sesuatu yang membawa mudharat hukumnya terlarang," ucap TGB.

Di akhir kajian, TGB mengajak jamaah selalu mendoakan warga Palestina dan membantu dari segi dana sebagai wujud kontribusi yang nyata. "Khusus Palestina, jangan lupakan setiap kita shalat kita doakan, dan kalau diperlukan ada kegiatan membantu pengumpulan dana, jangan ketinggalan, itu bagian dari persaksian untuk Allah SWT," kata TGB menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement