Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

AS Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina dan Israel

Ahad 21 January 2018 09:07 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Wapres AS Mike Pence

Wapres AS Mike Pence

Foto: AP
Pence berupaya meyakinkan Sisi bahwa AS tetap mendukung solusi dua negara

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence mengatakan AS akan tetap mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Hal ini ia sampaikan ketika bertemu Presiden MesirAbel Fatah al-Sisi di Kairo, Sabtu (20/1).

Dalam pertemuan tersebut, Sisi menyampaikan keberatannya kepada Pence terkait keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Menurut Pence, Sisi menggambarkan keputusan itu sebagai ketidaksepakatan di antaramitra. Namun Pence berupaya meyakinkan Sisi bahwa AS tetap mendukung solusi dua negara antara Palestina dan Israel jika kedua pihak masih bersedia berunding.

"Saya meyakinkan Sisi bahwa AS juga berkomitmen untuk melestarikan status quo tempat-tempat suci di Yerusalem dan tidak sampai pada resolusi akhir mengenai batas-batas untuk kedua pihak (Palestina dan Israel) tersebut. AS sangat berkomitmen untuk memulai kembali proses perdamaian di Timur Tengah," katanya seusai menggelar pertemuan dengan Sisi.

Kantor Kepresidenan Mesir pun merilis pernyataan terkait pertemuan Sisi dan Pence. Dalam pernyataannya, Mesir kembali menegaskan posisinya dalam mendukung Palestina. Sisi mencatat bahwa hanya negosiasi berdasarkan solusi dua negera yang bisa mengakhiri konflik (Palestina danIsrael) dan Mesir tidak akan menyisihkan upaya untuk mendukung hal ini, kata kantor Kepresidenan Mesir dalam pernyataannya.

Setelah ke Mesir, Pence akan melanjutkan kunjungannya ke Yordania untuk bertemu Raja Abdullah II. Dalam pertemuan nanti, isu Palestina tampaknya akan menjadi topik yang dibahas oleh Pence dan Raja Abdullah. Hal ini karena Raja Abdullah telah memperingatkan AS untuk tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menurut Raja Abdullah keputusan tersebut akan berdampak berbahaya bagi stabilitas regional. Diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel juga menghalangi upaya AS untuk melanjutkan perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Rakornas Persiapan Pilkada 2018

Selasa , 20 February 2018, 12:06 WIB