Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Netanyahu Klaim Pemerintahnya Tetap Stabil

Rabu 14 February 2018 19:42 WIB

Rep: Marniati/ Red: Dwi Murdaningsih

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu.

Foto: EPA/Jim Hollander
Polisi menuduh Netanyahu melakukan penyuapan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV --- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Rabu (14/2) bahwa pemerintah koalisinya tetap stabil. Pemerintahannya akan terus berjalan meskipun ada rekomendasi dari kepolisian bahwa dia diduga melakukan penyuapan.

 

"Saya ingin meyakinkan Anda, koalisi stabil. Tidak ada, bukan saya, bukan orang lain, memiliki rencana untuk ikut dalam pemilihan. Kami akan terus bekerja sama dengan Anda untuk kebaikan warga Israel sampai akhir masa jabatan," kata Netanyahu pada sebuah konferensi di Tel Aviv.

 

Pernyataan ini disampaikan Netanyahu setelah polisi Israel mengumumkan rekomendasi mereka. Ini merupakan salah satu tantangan terbesar Netanyahu dalam karir politiknya. Saat ini keputusan ada pada Kejaksaan Agung Israel untuk memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan. Proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan.

 

Netanyahu telah membantah melakukan kesalahan dalam investigasi kriminal polisi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun. Salah satu kasus yang dikenal dengan Kasus 1000, menuduh Netanyahu melakukan kejahatan penyuapan, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan.

 

Polisi bernama Arnon Milchan, seorang produser Hollywood dan warga Israel, dan pengusaha Australia James Packer, mengatakan bahwa mereka memberi hadiah yang mencakup sampanye, cerutu, dan perhiasan ke Netanyahu dan keluarganya.

 

Secara keseluruhan, barang pemberian itu bernilai 200 ribu poundsterling. Pengacara Netanyahu mengatakan bahwa hadiah tersebut hanyalah bentuk pertemanan.

 

Pada Selasa (13/2) malam, televisi Channel 10 Israel mengutip seorang pengacara Milchan yang mengatakan bahwa pemberian hadiah tidak memiliki kepentingan bisnis apapun.

 

Dalam sebuah pernyataan email pada Selasa, setelah rekomendasi polisi dipublikasikan, Juru bicara Packer mengatakan tidak ada tuduhan melakukan kesalahan atas nama Packer. Polisi Israel dan Australia telah mengkonfirmasi bahwa Packer dimintai keterangan sebagai saksi, bukan tersangka.

 

Netanyahu juga dituduh melakukan penyuapan, kecurangan dan pelanggaran kepercayaan dengan penerbit surat kabar terlaris Israel Yedioth Ahronoth, Arnon Mozes.

 

Kedua pria tersebut, kata polisi, membahas cara memperlambat perkembangan surat kabar harian saingannya, Israel Hayom, melalui undang-undang dan cara lain. Polisi yakin ada cukup bukti untuk menuntut Mozes dengan menawarkan sogokan.

 

Netanyahu mengkritik polisi dalam sambutannya pada Rabu.

 

"Setelah membaca laporan rekomendasi, saya dapat mengatakan bahwa itu adalah dokumen yang bias dan ekstrim yang penuh dengan lubang, seperti keju Swiss. Saya yakin, karena saya selalu yakin, dan tidak ada yang berubah, kebenaran akan terungkap dan tidak akan ada yang akan terjadi," kata Netanyahu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES