Rabu 21 Mar 2018 00:06 WIB

Israel Blokir Dana untuk Pekerja Palestina

Sebanyak 12 persen tenaga kerja Palestina bekerja di Israel.

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini
Para pekerja Palestina (ilustrasi).
Foto: AP
Para pekerja Palestina (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Wakil Menteri Energi Otoritas Palestina Samer Salama mengatakan pihak berwenang Israel telah menahan dana sebesar 10 miliar dolar AS untuk para pekerja Palestina.

Dilansir Middle East Monitor, Selasa (20/3), dalam sebuah pertemuan dengan delegasi dari Uni Federasi Internasional (UNI) yang dipimpin oleh Ann Celine, dia menyerukan tekanan pada pemerintah Israel untuk mengembalikan uang tersebut kepada pekerja Palestina. Delegasi tersebut mendapat penjelasan tentang bagaimana pekerja Palestina menderita di pos pemeriksaan militer Israel dan pelanggaran Israel terhadap mereka.

Salama mengatakan 12 persen tenaga kerja Palestina bekerja di Israel. Sebanyak 30 ribu orang bekerja di permukiman ilegal Israel dan 40 ribu orang lainnya bekerja tanpa izin.

Dia mencatat bahwa para pekerja tersebut dinilai melanggar oleh majikan Israel mereka, yang tidak memenuhi standar keamanan minimum di tempat kerja. Celine menyatakan dukungannya untuk pekerja Palestina dan berjanji untuk mengangkat isu pelanggaran terhadap pekerja Palestina selama pertemuannya dengan pejabat Israel dengan tujuan memperbaiki kondisi kerja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement