Senin 07 Mar 2016 15:05 WIB

OKI Gelar Sidang di Jakarta, Israel Batasi Warga Palestina Masuk ke Al Aqsa

 Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) bersama Presiden Joko Widodo saat pertemuan bilateral Indonesia-Palestina di sela KTT Luar Biasa OKI di Balai Sidang Jakarta, Ahad (6/3).
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) bersama Presiden Joko Widodo saat pertemuan bilateral Indonesia-Palestina di sela KTT Luar Biasa OKI di Balai Sidang Jakarta, Ahad (6/3).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Aparat Zionis kembali menunjukkan giginya di kota tua Yerusalem Timur, Ahad. Mereka menahan seorang wanita setelah unjuk rasa aksi penolakan 'daftar hitam' yang dikeluarkan Israel.Warga Palestina yang masuk dalam daftar tidak diperkenankan memasuki Al-Aqsa.

Aksi penangkapan ini dilakukan bersamaan dengan gelaran Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dilakukan di Jakarta untuk mempertahanan Al Quds Al Sharif dan mendukung kemerdekaan Palestina. 

Seorang partisipan Um Eyhab al-Jallas mengataan kepada Maan News, sekelompok wanita dan pria menggelar unjuk rasa di depan Gerbang al-Majlis, Masjid Al Aqsa. Mereka menentang namanya masuk dalam daftar hitam yang tak diperbolehkan masuk ke area itu.

Pengunjukrasa kemudian bergerak ke Gerbang Damaskus. Mereka meneriakkan jargon "Saya mempunyai hak Shalat di Al Aqsa," dan "Al Aqsa milik kami bukan kuil mereka."

Pasukan Israel lantas menahan demonstran Hanadi al-Halawani. Juru bicara Israel Luba al-Samri mengatakan, wanita itu ditahan setelah melemparkan batu ke arah aparat.

Baca juga, Abbas Ajak Anggota OKI Perkuat Pertahanan Al Aqsa.

 

 

sumber : Maannews
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement