Senin 30 May 2016 12:23 WIB

Kendaraan Lapis Baja Kurdi Serang ISIS untuk Bebaskan Mosul

Kota Mosul di Irak.
Foto: AP
Kota Mosul di Irak.

REPUBLIKA.CO.ID,BAGHDAD -- Pasukan keamanan Kurdi, yang dikenal dengan nama Peshmerga, melancarkan serangan untuk membebaskan beberapa desa dari petempur ISIS di sebelah timur Kota Mosul.

Sementara itu pasukan keamanan pemerintah mematahkan serangan ISIS di bagian barat negeri tersebut, kata beberapa sumber keamanan. Di Provinsi Nineveh, Irak Utara, pasukan Kurdi yang dilindungi pesawat koalisi pimpinan AS, saat fajar menyerang posisi ISIS di sejumlah desa yang tersebar di sebelah timur Mosul.

Serangan itu menyulut pertempuran sengit dengan anggota ISIS di pinggiran Desa Muftia, Zahra Khaton, Wordic dan Tal Aswad, kata satu sumber keamanan Kurdi kepada Xinhua. Anggota Peshmerga dan kendaraan lapis baja mereka berhasil memasuki Desa Muftia dan Zahra Khaton, setelah mengusir petempur ISIS.

Bentrokan berlanjut di sekitar desa lain, kata sumber tersebut tanpa memberi perincian mengenai korban jiwa. Pada penghujung Maret, pasukan Irak dan Peshmerga melancarkan tahap pertama serangan besar dan merebut kembali beberapa desa yang dikuasai ISIS di sebelah selatan Mosul, sebagai bagian dari persiapan mereka untuk mengusir petempur fanatik dari Mosul, Ibu Kota Provinsi Nineveh.

Menurut beberapa pejabat Irak, operasi untuk membebaskan Mosul, sekitar 400 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Irak, Baghdad, dan bagian lain Provinsi Nineveh akan dilancarkan militer Irak, Peshmerga dan koalisi pimpinan AS. Operasi itu juga melibatkan satuan paramiliter dari relawan lokal, termasuk anggota suku Arab Suni.

Di Provinsi Anbar, Irak Barat, pasukan pemerintah dan satuan paramiliter suku Sunni sekutunya mematahkan serangan menjelang fajar oleh puluhan anggota ISIS terhadap Kota Kecil Heet, sekitar 160 kilometer di sebelah barat Baghdad.

Para penyerang mula-mula merebut beberapa kabupaten di dalam kota kecil tersebut, sementara bentrokan sengit berkecamuk antara gerilyawan dan pasukan polisi serta petempur suku. Beberapa jam kemudian, tentara bantuan tiba dan merebut kendali atas kota kecil tersebut, setelah menewaskan 33 petempur ISIS, termasuk delapan gerilyawan yang memakai rompi peledak.

 

Baca juga: Sejarah Hari Ini: Mesir dan Yordania Bersatu Lawan Israel

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement