Selasa , 04 October 2016, 13:13 WIB

Oposisi Suriah dan Koalisi Bersiap Serang Desa ISIS

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah
Reuters
Pasukan pemberontak oposisi Suriah
Pasukan pemberontak oposisi Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, ALEPPO -- Kelompok oposisi Suriah bersama dengan Turki dan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) akan mulai melakukan serangan di sebuah desa yang dikuasai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Desa bernama Dabiq, yang tepatnya terletak di wilayah timur Aleppo itu selama ini dikenal sebagai pusat ideologi kelompok militan tersebut.

Sejak 24 Agustus lalu, salah satu kelompok oposisi bernama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) telah melancarkan serangan di Dabiq untuk mengambil alih desa itu sepenuhnya. Dalam beberapa hari terakhir, mereka akan mencapai wilayah desa dan memukul mundur ISIS.

Baca: Tak Ada Perayaan Tahun Baru Islam di Aleppo Kali Ini

"Dalam waktu 48 jam, jika semua berjalan sesuai rencana, kami akan berada di pusat Dabiq dan memukul mundur ISIS," ujar komandan kelompok FSA, Ahmed Osman, Senin (3/10).

Menurut keterangan, desa tersebut akan dijadikan pusat pertempuran oleh ISIS. Kelompok militan tersebut menempatkan sekitar 800 anggota untuk melawan Pasukan Demokratik Suriah Kurdi yang berjaga di Dabiq.

Sebelumnya, AS menyakini dengan direbutnya Dabiq dari ISIS, kekuatan kelompok teroris itu melemah. Bahkan, termasuk di wilayah lain yang dikuasainya seperti Raqqa di Suriah dan Mosul di Irak.



Sumber : Reuters