Kamis 20 Jul 2017 21:00 WIB

Buntut Kasus Spionase, Kuwait Usir Sejumlah Diplomat Iran

Rep: kamran dikarma/ Red: Budi Raharjo
Aksi spionase (ilustrasi).
Foto: gadabimacreative.blogspot.com
Aksi spionase (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,KUWAIT -- Pemerintah Kuwait telah meminta Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di negaranya untuk mengurangi staf dan menutup beberapa kantor teknisnya. Tindakan tersebut diambil menyusul keterlibatan warga Iran dalam kegiatan spionase di Kuwait tahun lalu.

Kantor berita Kuwait KUNA (Kuwait News Agency) melaporkan bahwa Kuwait juga telah memutuskan untuk membekukan setiap kegiatan yang melibatkan komite gabungan antara kedua negara. Menurut seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Kuwait, ia cukup menyesalkan perkembangan negatif dalam hubungan antara kedua negara.

Sebelumnya Pemerintah Kuwait dilaporkan telah menutup kantor atase kebudayaan Iran di negaranya. Tidak hanya menutup atas kebudayaan Iran, Kuwait juga telah mengurangi jumlah diplomat Iran menjadi sembilan orang. Kuwait memberikan para diplomat Iran waktu 45 hari untuk hengkang dari negaranya.

Menteri Informasi Kuwait Sheikh Mohammad al-Mubarak mengatakan bahwa negaranya memang akan mengambil tindakan sesuai terhadap Iran terkait dengan aktivitas spionase Iran. "Pemerintah Kuwait memutuskan untuk mengambil tindakan sesuai dengan norma diplomatik dan mematuhi konvensi Wina berkaitan dengan hubungannya dengan Republik Islam Iran," katanya.

Kendati demikian, al-Mubarak memang tidak memberikan keterangan lebih detail terkait tindakan apa yang akan diambil. Tahun lalu Kuwait memvonis sekelompok pria, satu warga Iran dan sisanya adalah warga Kuwait, yang melakukan kegiatan spionase untuk Iran dan Hizbullah. Tujuan dari aktivitas mata-mata adalah untuk merencanakan serangan terhadap Kuwait.

sumber : Center
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement