Selasa , 01 Agustus 2017, 06:43 WIB

Dewan Tetua Muslim Serukan Muslim Sedunia Lindungi Al-Aqsha

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Andi Nur Aminah
Ammar Awad/Reuters
Warga Palestina menunaikan di Masjidil Al Aqsa  (ilustrasi)
Warga Palestina menunaikan di Masjidil Al Aqsa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Dewan Tetua Muslim menyerukan masyarakat Muslim internasional untuk melindungi Al-Aqsha dari pelanggaran-pelanggaran Israel. Dewan Tetua Muslim juga mengadakan pertemuan mendesak di ibu kota Emirati, Abu Dhabi pada Senin (31/7).

Pertemuan yang dipimpin oleh Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb digelar untuk membahas pelanggaran terbaru Israel di kompleks Masjid al-Aqsha dan upaya Israel untuk membagi Masjid al-Aqsha. Dewan tersebut meminta negara Muslim di seluruh dunia untuk menyatukan upaya mendukung Yerusalem dan Masjid al-Aqsha, sekaligus peringatan akan seruan regional untuk demonstrasi selama ziarah, yang oleh dewan tersebut disebut sebagai 'seruan sektarian'.

"Setelah pertemuan tersebut, dewan menyatakan bahwa teror Israel tidak hanya melanggar Masjid al-Aqsha dan Palestina, namun juga menentang kebebasan di seluruh dunia," kata Al-Tayeb seperti dilansir dari Daily News Egypt, Selasa (1/8).

Dewan tersebut memperingatkan bahwa berlanjutnya pelanggaran yang dilakukan Israel saat ini dikhawatirkan akan menganggu pembicaraan perdamaian dan akan memicu perang agama yang dapat menghancurkan seluruh wilayah. Karenanya, dia meminta masyarakat internasional dan organisasi internasional untuk memperlakukan secara netral masalah tersebut. Selain itu, juga menegaskan hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka mereka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Sebelumnya, pada Jumat, ribuan warga Palestina dari segala usia telah memasuki kompleks Masjid al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki, setelah sepekan ketegangan menyusul tindakan Israel untuk menempatkan gerbang detektor logam di kompleks Masjid al-Aqsha yang dikelola Muslim. Pemerintah Israel mengumumkan, Selasa bahwa penghapusan gerbang detektor logam, yang telah ditempatkan di pintu masuk kompleks masjid tersebut, setelah perlawanan Palestina terhadap tindakan Israel.

Dewan tersebut menyapa orang-orang Palestina atas perlawanan mereka terhadap pembatasan Israel dan mengumumkan keikutsertaannya dalam konferensi Al-Azhar untuk Yerusalem pada September mendatang. Pernyataan yang dikeluarkan juga menyebutkan, mereka meminta organisasi yang bersangkutan untuk berpartisipasi dalam konferensi tersebut, dan institusi keagamaan untuk melaksanakan program yang mengidentifikasi kepentingan suci Masjid Al-Aqsa. Lebih dari itu, otoritas dakwaan Islam di Yerusalem mengatakan bahwa lebih dari 238 pemukim Israel telah menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa.