Kamis , 05 October 2017, 14:08 WIB

Jet Rusia Tembaki Warga Sipil di Sungai Eufrat, 60 Tewas

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah
Reuters
Jet tempur Rusia (ilustrasi)
Jet tempur Rusia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN -- Jet militer diyakini milik Rusia membunuh setidaknya 60 warga sipil yang berusaha melarikan diri dari pertempuran sengit di provinsi kaya minyak Deir al Zor, Suriah.  Menurut aktivis oposisi Suriah, kapal kecil mereka dijadikan sasaran saat berusaha menyeberangi Sungai Efrat.

Mereka mengatakan jet-jet tersebut menargetkan perahu karet darurat dan kapal-kapal yang membawa puluhan keluarga yang melarikan diri dari kota al-Ashara di sepanjang tepi barat Sungai Eufrat yang terletak di selatan kota Deir al Zor, ibu kota provinsi tersebut.

"Jet Rusia melakukan penyerangan gelombang kedua di kapal yang melarikan diri melintasi sungai sehingga menyebabkan lebih banyak korban di antara mereka yang bergegas menyelamatkan korban yang selamat sebelumnya," kata Abdullah al Akaidat, seorang tokoh kesukuan di Suriah utara dari Al Ashara yang berhubungan dengan saudara di daerah

Militer Rusia berada di belakang operasi tentara Suriah untuk mendapatkan kembali provinsi yang berbatasan dengan Irak. Rusia berlomba dengan pasukan milisi yang didukung AS untuk merebut wilayah dari ISIS.

Jet koalisi AS tahun lalu menghancurkan jembatan yang menghubungkan desa-desa di timur laut sungai Efrat dengan kota-kota di tepi seberang.

Meskipun tujuannya adalah untuk memotong jalur pasokan militan, mereka memaksa orang-orang menggunakan kapal untuk menyeberangi sungai. Hal itu menaikkan harga barang dan makanan.

Sebanyak 15 warga sipil tewas dalam serangan udara selama 24 jam terakhir di kota al Quriya. Ribuan penduduk provinsi timur tersebut melarikan diri dari zona perang yang melanda kota-kota yang telah lolos dari serangan tanpa henti.

Orang-orang Rusia membangun sebuah jembatan melintasi sungai Efrat di dekat kota Deir Zor untuk memindahkan pasukan dan peralatan.