Jumat , 06 Oktober 2017, 02:25 WIB

Palang Merah Khawatirkan Rusaknya Fasilitas Kesehatan Suriah

Rep: Kabul Astuti/ Red: Nidia Zuraya
BBC
Korban konflik kekerasan di Suriah
Korban konflik kekerasan di Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Perang berkepanjangan di Suriah dalam beberapa pekan terakhir telah merusak banyak rumah sakit. Setidaknya 10 fasilitas medis terkena dampak dalam 10 hari terakhir, yang mengakibatkan ratusan ribu orang terputus dari perawatan kesehatan.

Komite Palang Merah Internasional menyatakan kekhawatiran atas laporan ratusan korban warga sipil, serta penghancuran rumah sakit dan sekolah. Kondisi ini sudah menjadi semakin buruk.

"Kami telah melihat lonjakan operasi militer yang semakin mengkhawatirkan yang berkorelasi pada tingginya korban warga sipil," kata Kepala Delegasi Palang Merah Internasional di Suriah, Marianne Gasser, dilansir dari Associated Press, Jumat (6/10).

Perang terus berlangsung dalam beberapa pekan terakhir antara pasukan pemerintah yang didukung Rusia dan kelompok pemberontak, khususnya di Suriah bagian tengah, utara, dan timur. Beberapa kamp di sekitar provinsi utara Raqqa dan di wilayah timur Deir el Zour menampung lebih dari 1000 wanita, pria, dan anak-anak setiap hari.

Serangan telah mengakibatkan ribuan orang mengungsi dari wilayah ISIS yang berada di bawah serangan udara pesawat tempur Rusia dan koalisi AS. Pada hari Rabu, pasukan pemerintah menendang keluar pejuang ISIS di pusat provinsi Hama, mengakhiri tiga tahun kehadiran kelompok ekstremis di wilayah itu.

Sementara itu, Rusia telah menjadi pendukung utama pasukan Presiden Suriah Bashar Assad dan telah membantu pasukan pemerintah mendapatkan posisi menguntungkan dari tangan kaum oposisi dan kelompok militan.