Senin , 16 Oktober 2017, 14:23 WIB

Nasib Tragis Jasad Anggota ISIS yang Dibiarkan Membusuk

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah
VOA
Gerakan ISIS (ilustrasi)
Gerakan ISIS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  DHULUIYAH -- Pasukan ISIS terus melemah. Serangan demi serangan dilancarkan ke jantung wilayah militan tersebut. Terakhir, pasukan Suriah merebut Al-Mayadeen di Provinsi Deir ez-Zor yang merupakan salah satu benteng terakhir ISIS.

Peperangan dunia dengan ISIS menyisakan puing-puing kehancuran serta bangkai manusia. Di Dhuluiyah, kota yang berjarak 90 km ke arah utara Baghdad, Irak terdapat makam militan ISIS.
Setidaknya 80 ribu anggota ISIS terbunuh sejak koalisi tempur Amerika Serikat melancarkan serangan udara di Irak dan Suriah. Angka itu tentu akan meningkat jika ditambah korban serangan pasukan Suriah yang dibantu oleh Rusia.
Lalat-lalat terbang berkerumun di tengah tanah berpasir, di antara puing-puing Dhuluiyah. Mereka memenuhi sebuah lubang besar yang digali seadanya untuk meletakan jasad militan ISIS yang terbunuh pada perang 2015 lalu.
"Mereka seharusnya berakhir dalam perut anjing-anjing liar. Tapi kami akhirnya mengubur mereka di sini bukan karena kasihan, tapi agar tidak menimbulkan penyakit," kata seorang polisi setempat, Mohammed al-Juburi kepada AFP seperti dikutip Channelnewsasia, Senin (16/10).

Warga di kawasan yang dekat dengan sungai Tigris itu sempat menghadapi dilema tentang apa yang harus dilakukan terhadap jasad para militan. Awalnya mereka ingin membuang jasad ke sungai namun mereka tak tega sungai terpolusi. Lagipula, warga dan hewan ternak kerap memanfaatkan aliran air sungai tersebut.

Masyarakat lokal akhirnya menggali lubang bagi jasad para militan tersebut. Kendati, mereka enggan untuk menguburkan tubuh itu dengan ritual Islam.