Rabu , 15 November 2017, 09:25 WIB

PM Prancis: Hariri Harus Bebas Pulang ke Lebanon

Red: Ani Nursalikah
(Christian Hartman, Pool via AP
Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe
Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe pada Selasa (14/11) mengatakan timpalannya dari Lebanon Saad Al-Hariri mesti pulang secara bebas ke Lebanon. Tujuannya untuk memelihara kestabilan dan menghindari krisis baru di wilayah yang sudah dinodai oleh perang saudara dan konflik panas.

"Masalahnya ialah Saad Al-Hariri dapat pulang secara bebas ke negerinya untuk menjelaskan situasinya sejalan dengan Undang-Undang Dasar Lebanon," kata Philippe kepada anggota parlemen Prancis.

Pengunduran diri Saad dari Arab Saudi secara mengejutkan membuka "satu masa ketidaktentuan yang harus ditutup", ia menambahkan. "Penting semua pihak di Lebanon berkomitmen menghormati perdamaian, menjauhkan Lebanon dari krisis dan menghindari campur-tangan," katanya.

Dalam penampingan di televisi pada Ahad (12/11), Saad Al-Hariri mengatakan ia akan pulang dalam waktu beberapa hari ke depan.

Pada 4 November, Saad dalam pidato yang ditayangkan televisi mengumumkan ia mengundurkan diri dari posisinya dari Ibu Kota Arab Saudik, Riyadh. Ia menuduh Iran, musuh utama Arab Saudi, mencampuri urusan dalam negeri Lebanon melalui kelompok gerilyawan Hizbullah, dan mengatakan nyawanya terancam.

Namun Hizbullah menuduh Arab Saudi memaksa Saad mundur dan menjatuhkan tahanan rumah atas dirinya. Beberapa pejabat di Ibu Kota Lebanon, Beirut, juga menyatakan pengunduran diri Saad dipaksa oleh Arab Saudi, sekutu politik utama Saad.

Saad Al-Hariri pada 12 November mengatakan ia akan pulang ke Beirut dalam beberapa hari kata stasiun televisi Arab Saudi, Future. Itu adalah penampilan langsung Saad Al-Hariri pertama sejak pengunduran dirinya secara mendadak pada 4 November.

Presiden Lebanon Michel Aoun telah menolak pengunduran diri Saad, dan menyeru Perdana Menteri itu agar pulang untuk secara resmi mengajukannya.

 

 

Sumber : Antara