Rabu , 22 November 2017, 10:32 WIB

Tentara Lebanon Siaga Hadapi Israel

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Ani Nursalikah
EPA/Alejandro Garcia
Tentara Lebanon
Tentara Lebanon

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Tentara Lebanon telah diperingatkan untuk berada dalam keadaan siap penuh untuk menghadapi musuhnya, Israel karena ketegangan di wilayah tersebut meningkat. Komandan tentara Lebanon mengatakan rakyatnya akan bekerja sama dengan resolusi PBB untuk mempertahankan perdamaian di wilayah tersebut.

Menteri luar negeri Lebanon meyakini negaranya akan memenangkan pertempuran apa pun. Hal ini diperkuat dengan ancaman dan pelanggaran Israel yang ditujukan pada Lebanon, baik pada rakyatnya maupun tentaranya.

Panglima Angkatan Darat Jenderal Joseph Aoun membuat pernyataan provokatif tersebut melalui akun Twitter Angkatan Darat Lebanon. Sikapnya yang agresif tersebut menanggapi sebuah wawancara dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil di RT TV yang mendesak Israel tidak melancarkan serangan karena menurutnya mereka akan kalah menghadapi pasukan Lebanon.

"Kita seharusnya tidak memprovokasi Israel dalam perang karena kemungkinan (mereka) akan kalah," kata Bassil kepada penyiar televisi negara Rusia tersebut, dikutip Independent, Rabu (22/11).

Komentar Bassil tersebut muncul setelah media Israel Jerussalem Post melaporkan pasukan Israel telah melakukan manuver di utara Lebanon yang dekat dengan perbatasan dengan Suriah.

Pasukan Pertahanan Israel menyerang Lebanon pada 2006 kemudian bentrok dengan tentara Hizbullah selama 34 hari, sampai pertempuran akhirnya berakhir dengan gencatan senjata yang diperantarai PBB. Ketegangan kemudian meningkat lagi setelah Liga Arab bertemu pada akhir pekan lalu dan mencap Hizbullah sebagai kelompok teroris. Kelompok paramiliter itu sangat terlibat dalam perpolitikan Lebanon.

Anggota Liga Arab, terutama Arab Saudi, secara mengejutka nmengambil kebijakan yang selaras dengan Israel dengan mengutuk Hizbullah dan pendukung Iran mereka. Iran telah lama menjadi saingan regional kerajaan Sunni tersebut.

Deklarasi tersebut telah disanggah oleh pimpinan Hizbullah.


Berita Terkait