Jumat , 08 Desember 2017, 00:11 WIB

Macron Kunjungi Qatar Bahas Pendanaan Teror

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah
Reuters
Calon presiden Prancis sekaligus pendiri gerakan En Marche Emmanuel Macron.
Calon presiden Prancis sekaligus pendiri gerakan En Marche Emmanuel Macron.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Qatar pada Kamis (7/12), di tengah blokade terhadap Doha yang dilakukan oleh empat negara Arab. Setelah mendarat, Macron mengunjungi Pangkalan Udara al-Udeid yang telah menjadi tempat tinggal bagi sekitar 10 ribu tentara Amerika dan markas besar Komando Pusat Militer AS.

Prancis juga memiliki kontingen tentara di pangkalan tersebut. Kontingen ini sangat penting dalam perang melawan kelompok ISIS di Irak dan Suriah, serta dalam perang Afghanistan.

Macron tersenyum dan berjabat tangan dengan tentara Prancis dan AS yang menyambutnya di pangkalan tersebut. Ia kemudian bertemu dengan komandan utama pangkalan tersebut.

Macron dijadwalkan akan mengadakan pembicaraan dengan emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Kedua kepala negara ini juga akan memimpin pertemuan untuk menjalin kerja sama bilateral dalam perang melawan terorisme, pendanaan terorisme, dan radikalisasi.

Kunjungan Macron ini dilakukan setelah gagalnya rencana pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), karena terus berlanjutnya krisis diplomatik Qatar. Qatar dinilai masih menolak mengubah kebijakannya terhadap terorisme dan kegiatan pendanaannya.

"Ini juga akan menjadi kesempatan untuk mempersiapkan konferensi internasional yang diselenggarakan mengenai masalah ini di Paris pada Januari," kata Pierre Bousquet dari Florian, koordinator nasional intelijen dan perang melawan terorisme, yang mengiringi Macron, menurut Le Monde.


Sumber : AP