Senin, 6 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018

Senin, 6 Ramadhan 1439 / 21 Mei 2018

Fatah dan Hamas Tolak Kunjungan Wapres AS ke Timur Tengah

Ahad 21 Januari 2018 06:57 WIB

Red: Andri Saubani

 Wakil presiden Amerika Serika, Mike Pence, mendengarkan saat menggelar pertemuan dengan pimpinan Komunitas Muslim Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (20/4).

Wakil presiden Amerika Serika, Mike Pence, mendengarkan saat menggelar pertemuan dengan pimpinan Komunitas Muslim Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (20/4).

Foto: Reuters/Beawiharta
Pence dijadwalkan mengunjungi Mesir, Yordania, dan Israel dalam waktu empat hari.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Para pejabat Palestina dari kelompok Fatah maupun Hamas pada Sabtu (20/1), menolak kunjungan yang akan dilakukan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence ke Timur Tengah. "Kunjungan Pence ke kawasan ini tidak bisa diterima karena dia adalah pendukung buta Israel," kata Osama Qawasmi, juru bicara Fatah di Tepi Barat, kepada Xinhua.

Qawami menyerukan perlawanan massal di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur terhadap pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Qawami mendesak negara-negara Arab agar tidak menerima kedatangan Pence sebagai balasan atas pengakuan AS soal Yerusalem itu serta karena keputusan AS untuk meghentikan bantuan keuangan kepada Badan Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-bangsa bagi Pengungsi Palestina (UNRWA).

"Tidak ada pembenaran untuk menerima pejabat AS (Pence) itu, sejak pernyataannya mengukuhkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Fawzi Barhoum, juru bicara Hamas.

Pence dijadwalkan mengunjungi Mesir, Yordania, dan Israel dalam waktu empat hari. Namun, ia tidak akan melakukan pertemuan dengan pejabat-pejabat Palestina, yang menunjukkan kebuntuan dalam upaya pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjembatani perdamaian antara Palestina dan Israel.

Trump bulan lalu mengumumkan pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan bahwa pemerintahannya akan memindahkan kedutaan besar AS ke kota itu. Pengakuan tersebut mengundang kemarahan secara luas dan kecaman dari banyak negara.

Ketegangan kembali muncul menjelang lawatan Pence ketika Amerika Serikat pada Selasa mengumumkan akan menarik 65 juta dolar dari 125 juta dolar AS rencana bantuan kepada UNRWA. Selama berpuluh-puluh tahun bantuan itu telah dibayarkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan medis dan pendidikan bagi para pengungsi Palestina.

Sumber : Antara/Xinhua-OANA
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES