Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Detik-Detik Serangan Hotel Kabul dan Eksekusi Wanita Asing

Senin 22 January 2018 11:44 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Teguh Firmansyah

Hotel Kabul Intercontinental.

Hotel Kabul Intercontinental.

Foto: Intercontinentalkabul.com
Serangan menewaskan setidaknya 14 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL-- Saksi mata menggambarkan bagaimana detik-detik serangan di Hotel Intercontinental di Kabul, Afghanistan, Sabtu (20/1) malam lalu.

Saksi yang tidak ingin disebutkan namanya karena alasan keamanan mengatakan, ia selamat setelah mengatakan sebagai seorang warga Afghanistan. "Dimana orang asing?," kata saksi mata tersebut menirukan teriakan pelaku penembakan.

Seperti dilansir di BBC News, Senin (22/1), setidaknya 14 warga negara asing dilaporkan telah meninggal, bersama dengan empat orang berkewarganegaraan Afghanistan. Namun, beberapa laporan media menunjukkan jumlah korban tewas bisa jauh lebih tinggi.

Menteri Dalam Negeri Afgjanistan mengatakan, sekitar 160 orang diselamatkan setelah tentara Afghanistan bertempur sepanjang malam untuk mendapatkan kembali kendali atas bangunan hotel tersebut.

Pejabat lain menyebut, tiga pelaku penyerangan juga tewas dalam pengepungan tersebut. Sementara, 10 orang, termasuk empat warga sipil, ikut terluka.

Polisi Kabul mengungkapkan, sembilan orang warga negara Ukraina, satu orang berkebangsaan Jerman, satu orang Yunani dan satu warga Kazakhstan telah dikonfirmasi tewas. Sementara, dua orang lainnya belum teridentifikasi. Maskapai penerbangan Afghanistan, Kam Air mengatakan sejumlah karyawannya ikut terbunuh dan beberapa lainnya masih dinyatakan hilang.

Orang-orang bersenjata tersebut memasuki lantai enam hotel sekitar pukul 21.00 waktu setempat pada Sabtu (20/1) malam, saat para tamu menikmati makan malam.

Saksi mata menuturkan, ia sedang makan malam bersama anaknya saat orang-orang bersenjata tersebut mulai melakukan penembakan dengan menggunakan senjata.

Mereka membunuh seorang wanita yang diyakini sebagai orang asing. Pelaku juga mengarahkan pistol kepada saksi mata itu sendiri.

Saksi mata tersebut berteriak, dengan mengatakan bahwa ia seorang warga Afghanistan, setelah salah seorang pria bersenjata berteriak bahwa mereka tidak membunuh orang Afghanistan. Para pelaku mencari siapa saja orang asing yang berada di hotel tersebut.

Haseeb, saksi mata lain mengatakan kepada Tolo News, sebelum melakukan aksinya, dua orang bersenjata tersebut meminta ia untuk menyajikan makanannya terlebih dahulu.

"Mereka memakai baju yang sangat stylish. Mereka mendatangi saya dan meminta makanan, saya melayani mereka dan mereka mengucapkan terima kasih dan mengambil tempat duduknya, lalu mereka mengeluarkan senjata dan mulai menembaki orang-orang. Ada puluhan mayat yang tergeletak di sekitar saya," kata Haseeb.

Beberapa tamu terlihat menggunakan sprei untuk mencoba turun dari balkon lantai atas. Gambar dramatis yang diperlihatkan TV Afghanistan juga menunjukkan asap hitam tebal dan api yang menyala dari puncak hotel.

Seorang juru bicara kementerian dalam negeri mengatakan, pasukan khusus Afghanistan diturunkan dengan menggunakan helikopter di atap hotel. Mereka bekerja dengan pasukan khusus Barat untuk menghentikan pengepungan.

Manajer hotel Ahmad Haris Nayab mengatakan, orang-orang bersenjata tersebut telah memasuki hotel melalui dapur.

Menteri dalam negeri Afghanistan mengatakan, keputusan baru-baru ini untuk mengirim pasukan keamanan ke perusahaan swasta, merupakan sebuah kesalahan. Hotel Intercontinental merupakan hotel milik negara yang tidak terkait dengan jaringan hotel global dengan nama yang sama. Hotel tersebut sering digunakan untuk menyelenggarakan acara pernikahan, konferensi dan pertemuan politik.

Kelompok Taliban, yang sebelumnya juga menargetkan hotel tersebut pada 2011, mengatakan mereka berada di balik serangan terakhir. Seorang juru bicara Taliban mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh AFP, kelompok tersebut telah membunuh puluhan warga negara asing beserta sekutunya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES