Ahad 25 Mar 2018 22:45 WIB

Maskapai Israel Protes Izin Terbang di Wilayah Udara Saudi

Saudi larang ruang udaranya bagi pesawat ke Israel yang telah berlaku sejak 70 tahun

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Budi Raharjo
Pesawat maskapai Air India.   (ilustrasi)
Foto: EPA/DIVYAKANT SOLANKI
Pesawat maskapai Air India. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV -- Maskapai penerbangan pesawat komersil asal Israel Al El geram dengan keputusan pemerintah Arab Saudi yang mempersilahkan maskapai India dengan rute India-Israel, melintasi wilayah udara Saudi. Al El berencana membawa kasus tersebut ke mahkamah agung Israel.

"Permohonan ke pengadilan akan dilayangkan awal pekan depan," kata Juru Bicara Maskapai Al El seperti dikutip Aljazira, Ahad (25/3).

Pemerintah Arab Saudi mempersilahkan maskapai asal India, Air India, untuk terbang langsung dari New Delhi menuju bandara di Israel melintasi kawasan udara Arab Saudi. Air India melayani tiga kali penerbangan langsung dari India menuju Israel.

Rute penerbangan langsung dari India menuju Israel dengan melintasi kawasan udara Arab Saudi akan memangkas waktu perjalanan dan tentu operasional. Larangan terbang melewati udara Arab Saudi membuat maskapai Israel harus memutar untuk menghidari kawasan tersebut. Membutuhkan waktu setidaknya tujuh jam penerbangan untuk sampai ke India.

Sikap berbeda ditunjukan Menteri Trasportasi Israel Yisrael Katz. Dia menyambut baik rute penerbangan langsung dari India ke Israel. Dia melanjutkan, langkah tersebut merupakan sebuah terobosan dalam layanan transportasi.

"Rute penerbangan langsung menuju Israel melintasi Arab Saudi menunjukan perubahan positif di kawasan, saya berharap maskapai Israel seperti El Al bisa mendapat keistimewaan serupa di masa depan," kata Yisrael Katz

Sebelumnya, CEO Maskapai El Al Gonen Usishkin telah menyurati organisasi penerbangan internasional (IATA) guna mendapatkan izin yang sama. Usishkin menilai larangan terbang langsung dari Israel menuju India untuk melintasi kawasan udara Arab Saudi merupakan hal yang tidak adil.

Usishkin juga telah meminta tolong kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia memohon kepada Netanyahu untuk melakukan lobi kepada pemerintah Arab Saudi.

Arab Saudi tidak mengakui keberadaan negara Israel. Saudi juga melarang pemakaian ruang udara bagi pesawat menuju Israel yang telah berlaku sejak 70 tahun.

Netanyahu agaknya optimis perintah Arab Saudi akan memberikan aksea penerbangan langsung kepada Al El. Dia mengklaim, hubungan antara Israel dan Arab Saudi dan dunia arab belakangan telah lebih baik daripada sebelumnya. Kendati, pemerintah Arab Saudi belum menanggapi balik pernyataan Benjamin Netanyahu itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement