Ahad 30 May 2021 20:51 WIB

Kepala Intelijen Mesir Kunjungi Palestina

Kunjungan kepala intelijen Mesir ke Palestina untuk membahas gencatan senjata

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Pejuang brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas, berparade untuk mengenang para pejuang al-Qassam yang tewas dalam konflik baru-baru ini di Kota Gaza, 27 Mei 2021 (dikeluarkan 28 Mei 2021). Setelah sebelas hari bertempur, gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Mei antara Israel dan militan di Jalur Gaza di bawah inisiatif Mesir untuk gencatan senjata tanpa syarat.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Pejuang brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas, berparade untuk mengenang para pejuang al-Qassam yang tewas dalam konflik baru-baru ini di Kota Gaza, 27 Mei 2021 (dikeluarkan 28 Mei 2021). Setelah sebelas hari bertempur, gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Mei antara Israel dan militan di Jalur Gaza di bawah inisiatif Mesir untuk gencatan senjata tanpa syarat.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH – Direktur Direktorat Intelijen Mesir Abbas Kamel mengunjungi Palestina pada Ahad (30/5). Kunjungannya disebut hendak membahas gencatan senjata di Jalur Gaza.

"Abbas Kamel tiba hari ini di Palestina untuk berkonsultasi dengan kepemimpinan Palestina tentang perkembangan terbaru setelah agresi (Israel) baru-baru ini dan akibatnya," kata Menteri Urusan Sipil Palestina Hussein al-Sheikh lewat akun Twitter pribadinya, dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga

Menurut al-Sheikh, dalam kunjungannya Kamel pun akan membahas situasi di Yerusalem, dialog nasional Palestina, dan rekonstruksi Gaza. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi telah menjanjikan dana bantuan sebesar 500 juta dolar AS untuk membantu upaya rekonstruksi Gaza.

Sementara itu, radio publik Israel melaporkan, Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi tengah mengunjungi Kairo. Kementerian Luar Negeri Mesir telah mengonfirmasi kabar tersebut.

Pada 21 Mei lalu, Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata setelah terlibat pertempuran selama 11 hari yang dimulai sejak 10 Mei.  Mesir memainkan peran penting dalam proses mediasi. Selama pertempuran berlangsung, setidaknya 279 warga Palestina, termasuk di dalamnya 69 anak-anak dan 40 wanita, tewas. Lebih dari 1.900 warga Gaza lainnya mengalami luka-luka. Sementara, serangan Hamas menewaskan setidaknya 12 warga Israel. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement